LAJU SAHAM 29 MEI: Berikut Bahasan Aksi Enam Emiten

Waterfront Securities Indonesia mengemukakan aksi sejumlah saham menjadi perhatian pasar pada perdagangan hari ini, Senin (29/5/2017)
Linda Teti Silitonga
Linda Teti Silitonga - Bisnis.com 29 Mei 2017  |  09:05 WIB
LAJU SAHAM 29 MEI: Berikut Bahasan Aksi Enam Emiten
Bursa Efek Indonesia. - .Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA- Waterfront Securities Indonesia mengemukakan aksi sejumlah saham menjadi perhatian pasar pada perdagangan hari ini, Senin (29/5/2017).

Octavianus Marbun, Analis PT Waterfront Securities Indonesia mengatakan saham tersebut adalah:

  • RUPSLB BRMS 30 Mei Akan Bahas Penerbitan Saham Tanpa HMETD

PT Bumi Resources Minerals Tbk(BRMS) akan menerbitkan 36,75 miliar saham seri B tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (non-HMETD). Aksi korporasi ini merupakan bagian dari konversi utang menjadi saham. Harga pelaksanaan transaksi tersebut Rp84 per saham. Penetapan harga ini berdasarkan rata-rata perdagangan saham BRMS dalam 25 hari bursa. Sehingga, nilaiaksi korporasimencapai Rp 3,8 triliun. Persentase kepemilikan saham akan terdilusi sebesar 58,97% setelah rencana transaksi dilaksanakan. Seluruh saham Seri B yang diterbitkan akan digunakan untuk penyelesaian kewajiban BRMS kepada kreditur. BRMS memiliki kewajiban jatuh tempo sebesar USD 286,12 juta. BRMS akan meminta restu pemegang saham dalam RUPSLB 30 Mei 2017.

  • Harga Pelaksanaan Rights Issue TPIA Pada Kisaran Rp18.000-Rp22.000

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk(TPIA) akan menggelar penerbitan saham dengan memberikan hak memesan efek terlebih dulu (HMETD) atau rights issuesenilai Rp6,15 triliun. Perolehan dana itu berasal dari pelepasan sekitar 280 juta saham atau setara 7,85% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan rentang harga penawaran Rp18.000-Rp 22.000 per saham. Harga itu didiskon sekitar 18% dibandingkan harga TPIA saat ini Rp 27.050 per saham. Rights issuemenggunakan rasio 47:4. Artinya, setiap pemegang 47 saham lama berhak atas empat HMETD, dimana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegang sahamnya untuk membeli satu saham baru. Bagi yang tidak mengeksekusi haknya,rights issuememberikan efek dilusi sebesar 5,5%. Selain untuk memenuhi syaratfree float7,5%, TPIA juga akan menggunakan dana hasilrights issueuntuk menutup kebutuhan belanja modal.

  • SAME Akan Stock Split 1:5

PT Sarana Mediatama Metropolitan Tbk (SAME) mulai mencatatkan nominal saham baru pada 2 Juni 2017 mendatang di pasar reguler/negosiasi. Perdagangan dengan nominal baru di pasar tunai dilakukan pada 7 Juni 2017. Perseroan akan melakukan pemecahan nominal saham dari nominal lama Rp100 menjadi Rp20 atau 1:5 sehingga jumlah saham perseroan akan berubah dari 1.180.000.000 lembar menjadi 5.900.000.000 lembar. Persetujuan dari stock split ini sudah diraih perseroan dalam RUPS 10 April 2017.

  • BFIN akan Stock Split 1:10

PT BFI Finance Tbk (BFIN) akan mulai memperdagangkan nominal saham baru di pasar reguler/negosiasi pada 5 Juni 2017 mendatang. Perdagangan dengan nominal baru di pasar tunai dilakukan pada 8 Juni 2017. Perseroan memecah nominal sahamnya dari Rp250 menjadi Rp25 per lembar atau 1:10 dan sudah mendapatkan persetujuan dari Kemenkumham pada 9 Mei 2017 lalu.

  • GMCW Berencana Stock Split

PT Grahamas Citrawisata Tbk (GMCW) akan melakukan pemecahan nominal saham atau stock split agar perdagangan saham perseroan lebih likuid. Rencana perusahaan perhotelan ini sudah disetujui oleh para pemegang sahamnya dalam RUPS Tahunan yang digelar pada 22 Mei lalu. Namun belum ditentukan perbandingan stock split yang akan dilakukan. Persetujuan itu diraih dari 84,71% pemegang saham perseroan yang mewakili 49.844.950 saham perseroan.RUPST tersebut perseroan juga menyetuui laba bersih yang diraihnya di 2016 sebagai laba ditahan.

  • TOBA Anggarkan Capex Hingga USD60 Juta

PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA) menganggarkan belanja modal sekitar US$50 juta-US$60 juta. Dana tersebut akan dipergunakan untuk mendukung bisnis perusahaan pada tahun ini. Sekitar 70% dari dana itu akan dialokasikan untuk proyek pembangkit listrik di Gorontalo. Sisanya akan dipergunakan untuk pertambangan. Dana belanja modal tahun ini akan berasal dari hasil kombinasi antara kas internal dan pinjaman perbankan

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top