Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

INDEKS SYARIAH 24 MEI: Jakarta Islamic Index Melemah 0,6% Pagi Ini

Indeks syariah dibuka dengan pelemahan 1,41% atau 10,44 poin di level 727,92 dan masih melemah 0,60% atau 4,46 poin di level 733,91 pada pukul 09.39 WIB.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 24 Mei 2017  |  10:04 WIB
Ilustrasi - Bisnis/Endang Muchtar
Ilustrasi - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII), bergerak melemah pada awal perdagangan hari ini, Rabu (24/5/2017).

Indeks syariah dibuka dengan pelemahan 1,41% atau 10,44 poin di level 727,92 dan masih melemah 0,60% atau 4,46 poin di level 733,91 pada pukul 09.39 WIB.

Adapun pada perdagangan Selasa (23/5), JII ditutup menguat tipis 0,03% atau 0,21 poin di posisi 738,36.

Sebanyak 5 saham syariah menguat, 19 saham melemah, dan 6 saham stagnan dari 30 saham syariah yang diperdagangkan pagi ini.

Saham PT Unilever Indonesia (UNVR), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM), PT Unilever Indonesia Tbk. (UNTR), dan PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) menjadi penekan utama terhadap penguatan JII di awal perdagangan hari ini.

Sejalan dengan JII, IHSG hari ini dibuka melemah 0,91% atau 52,22 poin di level 5.678,39 dan masih melemah 0,53% atau 30,18 poin ke level 5.700,43 pada pukul 09.38 WIB.

  

Saham-saham syariah yang melemah pagi ini:

UNVR

-1,59%

TLKM

-0,68%

LPPF

-3,39%

ASII

-0,29%

 Saham-saham syariah yang menguat pagi ini:

BSDE

+1,11%

ADRO

+0,34%

MYRX

+0,76%

INCO

+0,26%

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Indeks Syariah
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top