Terdongkrak Isu Akuisisi BCA, BEI Cermati Saham BBHI & BGTG

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencermati adanya aktivitas transaksi saham di luar kebiasaan (unusual market activity) pada saham Bank Harda Internasional (BBHI) dan Bank Ganesha (BBTG).
Fajar Sidik | 26 April 2017 14:06 WIB
Pengunjung berdiri di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. - REUTERS/Iqro Rinaldi

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencermati adanya aktivitas transaksi saham di luar kebiasaan (unusual market activity) pada saham Bank Harda Internasional (BBHI) dan Bank Ganesha (BBTG).

Dalam pengumumannya BEI saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham tersebut. "Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas dalam saham BBHI dan BGTG yang di luar kebiasaan. Oleh karena itu para investor diharapkan untuk mencermatinya," demikian bunyi pengumuman BEI yang diterbitkan hari ini, Rabu (26/4/2017).

Oleh karena itu, dalam suratnya BEI mengimbau para investor untuk:

a. Memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan kofirmasi bursa;

b. Mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya;

c. Mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapat persetujuan RUPS;

d. Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

"Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap Peraturan Perundang-undangan di bidang Pasar Modal," demikian pungkas surat pengumuman yang ditandatangani oleh Irvan Susandy, Kadiv Pengawasan Transaksi BEI, dan Eko Siswanto, Kadiv Operasional Perdagangan pada otoritas bursa efek tersebut.

Saham BBHI tiba-tiba terbang, sejak rumor diakuisisi PT Bank Central Asia Tbk. ramai di pasar. Tampaknya pelaku pasar tengah mengendus aksi akuisisi Bank Harda oleh BCA sejak Jumat (21/4/2017). Spekulasi pun muncul. Bank dengan kode saham BBHI sontak terbang hingga 92,85% menuju level Rp189 per saham dari posisi Rp98 per saham.

Lonjakan saham Bank Harda terjadi sejak akhir pekan lalu. Pada perdagangan Kamis (20/4/2017), saham BBHI dibuka pada level Rp92 per saham dan ditutup menuju level Rp104 per saham.

Kemudian pada Jumat (21/4/2017), peningkatan saham Bank Harda juga berlanjut. Perdagangan BBHI di akhir pekan itu dibuka pada level Rp105 per saham dan ditutup menuju level Rp140 per saham, atau meningkat 34,62%.

Lalu pada Selasa (25/4/2017), saham Bank Harda dibuka pada level Rp150 per saham ditutup pada level Rp189 per saham atau menaik 35%.

BANTAHAN BCA

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapkan pihaknya sampai saat ini masih mencari bank yang akan diakuisisi. Namun, Jahja menegaskan tidak akan mengakuisi Bank Harda Internasional (BBHI) dan Bank Ganesha

"Yang jelas bukan Bank Harda atau Ganesha," tegasnya kepada Bisnis, Selasa (25/4/2017).

Seperti yang dikutip dari laman Bank Harda, komposisi kepemilikan saham masih didominasi oleh PT Hakim Putra Perkasa banyak 72,66%, masyarakat 21,91% dan Kwee Sinto sebanyak 5,43%. Adapun kapitalisasi pasar BBHI mencapai Rp682,95 miliar.

Sementara itu, saham BGTG juga menguat dengan isu serupa di mana harganya tiba-tiba melonjak pada perdagangan Jumat (21/4) ke harga 117 dari hari sebelumnya masih di level 88. Bahkan harga saham bank ini menembus 147 pada perdagangan Selasa (25/4).

Hari ini, pergerakan kedua saham tersebut mulai melorot setelah BCA membantah rumor akuisisi yang beredar hampir tiga hari tersebut.

Tag : bca
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top