Taspen Minati Saham Baru Waskita Toll Road

Korporasi asuransi pegawai negeri, PT Taspen (Persero) berminat terhadap saham baru yang akan diterbitkan oleh PT Waskita Toll Road, anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 24 April 2017  |  18:59 WIB
Taspen Minati Saham Baru Waskita Toll Road
Ilustrasi

Bisnis.com, YOGYAKARTA - Korporasi asuransi pegawai negeri, PT Taspen (Persero) berminat terhadap saham baru yang akan diterbitkan oleh PT Waskita Toll Road, anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Pada saat ini, Taspen adalah pemegang saham minoritas Waskita Toll Road dengan porsi kepemilikan 16,8%. Saham perusahaan pemilik konsesi jalan tol itu juga dimiliki oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebesar 12,4% dan Waskita Karya 70,9%.

Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro mengatakan perseroan tengah mengerjakan studi kelayakan (feasibility study) untuk mempertahankan porsi kepemilikan. Apabila perseroan menyerap saham baru itu maka porsi Taspen di Waskita Toll Road bakal tetap atau tidak terdilusi. Terkait rencana itu, Taspen akan meminta izin pemegang saham.

“Kalau investasi langsung berbeda dengan investasi pasar modal. Kalau di pasar modal, tanpa izin pemegang saham. Kalau investasi langsung, harus izin pemegang saham,” kata Iqbal di kawasan Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, akhir pekan lalu.

Seperti diketahui, investasi Taspen di Waskita Toll Road termasuk investasi langsung, bukan investasi pasar modal. Kuasa perwakilan pemegang saham Taspen adalah Kementerian BUMN, sama seperti Waskita Karya.

Iqbal mengatakan terdapat sejumlah pertimbangan kenapa Taspen berminat melakukan investasi langsung seperti perkiraan internal rate of return mencapai 13%, net present value lebih besar daripada 0 dan aspek legalitasnya didahului oleh due diligence. “Kita due diligence dulu,” katanya.

Selain itu, alasan lain dalam investasi langsung itu adalah adanya exit close. Iqbal mengatakan apabila situasi tidak mendukung maka terdapat jalan keluar bagi pemegang saham, misalnya, dalam bentuk penawaran umum saham perdana (IPO).

Pada tahun ini, porsi investasi langsung dari seluruh investasi Taspen dapat mencapai 5%. Jumlah itu, ujar Iqbal, masih relatif kecil namun sudah lebih tinggi dibandingkan dengan porsi investasi langsung pada 2016.

“Waskita Toll Road itu menarik karena di Indonesia itu transportasinya, dengan jumlah penduduknya, kan cukup banyak. Transportasi menarik dan sifatnya jangka menengah-panjang,” kata Iqbal.

Beberapa waktu lalu Taspen dan SMI membeli saham Waskita Toll Road sebagai bagian dari dari Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) yang telah dirancang oleh Waskita Karya sejak 2016. Dana hasil divestasi itu akan digunakan untuk pengembangan jalan tol yang dikelola oleh Waskita Toll Road.

Rencana penerbitan saham baru itu juga sekaligus untuk menambah ekuitas Waskita Karya secara konsolidasi. Pada 2017, berdasarkan penjelasan sebelumnya, emiten berkode saham WSKT itu menargetkan jumlah ekuitas menjadi Rp30 triliun atau meningkat dibandingkan dengan Rp16,7 triliun pada 2016.
 
Selain penerbitan saham baru Waskita Toll Road, Waskita Karya juga menyiapkan rencana aksi korporasi lain berupa penerbitan obligasi. Waskita Karya menyiapkan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) dengan target dana yang dihimpun Rp10 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
waskita karya

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup