SENTIMEN PASAR 18 APRIL: Obligasi Valas Jadi Primadona Baru, Kinerja Ekspor Kinclong

Obligasi berdenominasi valuta asing menjadi primadona baru setelah nilai emisinya melonjak, seiring dengan kebutuhan korporasi melakukan restrukturisasi utang dan belanja modal.
Renat Sofie Andriani | 18 April 2017 08:44 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Obligasi berdenominasi valuta asing menjadi primadona baru setelah nilai emisinya melonjak, seiring dengan kebutuhan korporasi melakukan restrukturisasi utang dan belanja modal. Menurut data yang dihimpun Bisnis, tujuh perusahaan telah menerbitkan obligasi valas senilai total US$1,9 miliar hingga awal bulan ini. (Bisnis Indonesia)

Komoditas Nonmigas Jadi Andalan. Badan Pusat Statistik mengungkapkan ekspor Maret 2017 naik 15,68% menjadi US$14,59 miliar dibandingkan dengan bulan sebelumnya US$12,61 miliar. Peningkatan tersebut ditopang kenaikan harga sejumlah komoditas ekspor nonmigas, termasuk batu bara. Secara tahunan, ekspor juga meningkat 23,55% dibandingkan dengan Maret 2016. (Bisnis Indonesia)

Indeks Pembangunan Manusia Naik Kelas. Kualitas hidup manusia Indonesia pada tahun lalu merangsek ke kategori tinggi. Namun, perbaikan tersebut masih kalah cepat dibandingkan dengan pencapaian negara lain. (Bisnis Indonesia)

Relasi Bisnis AS-RI Butuh Perhatian. Sepucuk surat melayang ke meja Menko Perekonomian Darmin Nasution beberapa pekan sebelum kunjungan Wakli Presiden Amerika Serikat, Mike Pence ke Indonesia pada 20 April 2017. Pengirimnya adalah perusahaan finansial asal Amerika Serikat, Goldman Sach. (Kontan)

Menakar Rights Issue BUMI Rp26,62 Triliun. Rencana rights issue PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) segera terlaksana. BUMI menargetkan bisa mendapatkan tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 26 Mei 2017. (Kontan)

Kinerja Ekspor Kian Meyakinkan. Nilai ekspor Indonesia pada Maret 2017 mencapai US$14,59 miliar, naik 23,55% dibanding Maret 2016, atau meningkat 15,68% dibandingkan ekspor Februari 2017 sebesar US$12,61 miliar. Nilai ekspor Maret tersebut merupakan ekspor bulanan tertinggi dalam 26 bulan terakhir. (Investor Daily)

Konstruksi Hotel Tembus Rp70 Triliun. Nilai konstruksi proyek properti hotel sepanjang lima tahun terakhir (2013-2017) menembus Rp70 triliun. Langkah pemerintah yang agresif mengembangkan industri pariwisata di Tanah Air menjadi pemicu utama maraknya pembangunan leisure property, seperti hotel dan villa. (Investor Daily)

Tag : ekspor, bumi, obligasi valas, Mike Pence
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top