Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penguatan Yen Tekan Eksportir, Nikkei 225 & Topix Turun Lebih dari 1%

Pergerakan bursa saham Jepang terpantau melemah pada perdagangan hari ketiga, Rabu (22/3/2017), seiring turunnya performa eksportir di tengah penguatan mata uang yen.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 Maret 2017  |  09:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan bursa saham Jepang terpantau melemah pada perdagangan hari ketiga, Rabu (22/3/2017), seiring turunnya performa eksportir di tengah penguatan mata uang yen.

Indeks Topix hari ini dibuka melemah 1,48% atau 23,16 poin di level 1.540,26 dan merosot 1,64% atau 25,60 poin ke 1.537,82 pada pukul 08.24 WIB.

Dari 1.997 saham pada indeks Topix perdagangan pagi ini, 177 saham di antaranya menguat, 1.742 saham melemah, dan 78 saham stagnan.

Pada saat yang sama, indeks Nikkei 225 melorot 1,70% atau 331,22 poin ke level 19.124,66, setelah dibuka turun tajam 1,59% atau 309,26 poin di 19.146,62.

Sebanyak 7 saham menguat dan 218 saham melemah dari 225 saham pada indeks Nikkei.

Saham Fast Retailing Co. Ltd. yang drop 2,45% menjadi penekan utama terhadap pelemahan Nikkei, diikuti oleh SoftBank Group Corp. yang anjlok 2,76%, FANUC Corp. yang melandai 1%, dan Honda Motor Co. Ltd. yang melemah 2,96%.

Sementara itu,  nilai tukar yen pagi ini lanjut menguat di hari ketujuh sebesar 0,09% atau 0,10 poin ke 111,62 per dolar AS pada pukul 08.44 WIB, setelah kemarin berakhir menguat 0,74% di posisi 111,72.

Seperti dilansir Bloomberg, saham eksportir dan finansial memimpin pelemahan seiring berlanjutnya penguatan yen akibat beralihnya minat global terhadap aset berisiko di tengah tumbuhya keraguan pada kemampuan Presiden AS Donald Trump untuk menerapkan kebijakan-kebijakannya yang pro pertumbuhan.

“Kita melihat adanya keraguan tentang seberapa besar Trump akan mampu merealisasikan kebijakan-kebijakannya. Imbal hasil jangka panjang AS turun sementara yen menguat di tengah penghindaran risiko. Kondisi ini berakibat negatif bagi saham Jepang,” ujar Chihiro Ohta, senior strategist SMBC Nikko Securities Inc.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa jepang
Editor : Gita Arwana Cakti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top