Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lampaui Arab Saudi, Rusia Produsen Minyak Mentah Terbesar pada Desember

Berdasarkan data Joint Organisations Data Initiative (JODI) yang dikutip Reuters, Rusia memompa 10,49 juta barel per hari di bulan Desember, turun 29.000 barel per hari dari November, sementara output Arab Saudi turun ke level 10,46 juta barel per hari dari 10,72 juta barel hari pada bulan November.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 21 Februari 2017  |  03:30 WIB
Ilustrasi. - Bisnis
Ilustrasi. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Rusia menyalip Arab Saudi sebagai produsen minyak mentah terbesar di dunia pada bulan Desember.

Berdasarkan data Joint Organisations Data Initiative (JODI) yang dikutip Reuters, Rusia memompa 10,49 juta barel per hari di bulan Desember, turun 29.000 barel per hari dari November, sementara output Arab Saudi turun ke level 10,46 juta barel per hari dari 10,72 juta barel hari pada bulan November.

Seperti diketahui, November lalu Arab Saudi dan produsen Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) sepakat untuk membatasi pasokan sebesar 1,2 juta barel per hari selama enam bulan mulai 1 Januari.

Penurunan produksi tersebut juga didukung oleh produsen non-OPEC, termasuk Rusia, yang menjanjikan tambahan pembatasan produksi. Harga minyak mentah Brent telah naik sekitar 20 persen sejak akhir November 2016 lalu.

Berdasarkan data yang sama, AS menjadi produsen terbesar ketiga dengan total output sebesar 8,8 juta barel per hari pada bulan Desember, lebih rendah dibanding 8,9 juta barel per hari pada November.

Sementara itu, Irak menempati posisi keempat dengan output sebesar 4,5 juta barel per hari, diikuti oleh China dengan 3,98 barel per hari.

Ekspor minyak mentah Arab Saudi merosot ke posisi 8 juta barel per hari di bulan Desember dari 8,26 juta barel per hari di bulan sebelumnya, menurut data JODI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak mentah
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top