Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KURS TENGAH BI 28 OKTOBER: Terdepresiasi 21 Poin Saat Gerak Mata Uang Asean Bervariasi

Bank Indonesia menetapkan kurs tengah di Rp13.048 per dolar AS, terdepresiasi 0,16% atau 21 poin dari posisi 13.027 kemarin.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 Oktober 2016  |  11:34 WIB
Rupiah. - .Bisnis/Abdullah Azzam
Rupiah. - .Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah di posisi Rp13.048 per dolar AS siang ini, Jumat (28/10/2016).

Bank Indonesia menetapkan kurs tengah di Rp13.048 per dolar AS, terdepresiasi 0,16% atau 21 poin dari posisi 13.027 kemarin.

Kurs jual ditetapkan di Rp13.113 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp12.983 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp130.

Sementara itu, pergerakan mata uang Asia terpantau bervariasi terhadap dolar AS.

Penguatan tertajam terhadap dolar AS dialami oleh yen Jepang dengan 0,12% dan dolar Taiwan sebesar 0,10%.

Adapun, pelemahan terhadap dolar AS di antaranya dialami oleh ringgit Malaysia dengan 0,3% dan rupee India sebesar 0,02%. Sementara itu baht Thiland melemah 0,01%, peso Filipina (+0,02%), dolar Singapura (+0,01%).

Nilai tukar rupiah juga terpantau melemah 0,04% atau 5 poin ke 13.038 per dolar AS pada pukul 11.06 WIB.   

 

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

28 Oktober

13.048

27 Oktober

13.027       

26 Oktober

12.997

25 Oktober

13.022

24 Oktober

13.047

Sumber: Bank Indonesia

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kurs tengah bi
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top