Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LAJU BURSA: Analis Komentari Laporan Keuangan Empat Saham

Recapital Securities mengemukakan aksi sejumlah saham mendapat perhatian pasar pada perdagangan hari ini, Senin (24/10/2016)
Linda Teti Silitonga
Linda Teti Silitonga - Bisnis.com 24 Oktober 2016  |  12:16 WIB
Pergerakan harga saham. - .Bisnis
Pergerakan harga saham. - .Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA- Recapital Securities mengemukakan aksi sejumlah saham mendapat perhatian pasar pada perdagangan hari ini, Senin (24/10/2016).

Kiswoyo, Analis Recapital Securities dalam risetnya yang diterima hari ini, Senin (24/10/2016), mengemukakan aksi saham tersebut adalah:

  • SRAJ akan menambah dua unit rumah sakit tahun depan

PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) berencana menambah dua rumah sakit baru tahun depan dengan dana investasi sebesar Rp600 milliar. Menurut, Jonathan Tahir , selaku Komisaris Utama Perseroan, menyatakan pembangunan satu rumah sakit diperkirakan membutuhkan dana investasi Rp300 milliar dan salah satunya akan di bangun di Bandung. Selain itu, Perseroan tengah memproses Penawaran Umum Terbatas II dengan menggunakan pembukuan April 2016. Dari aksi korporasi tersebut, Perseroan ini membidik dana sebesar Rp 1 trilliun (Kontan,LM).

Komentar LK:

Rencana menambah dua rumah sakit baru tahun depan dengan dana investasi sebesar Rp 600 milliar akan memberikan dampak positif bagi SRAJ. Hal ini akan meningkatkan pangsa pasar bisnis rumah sakit Perseroan serta akan memperluas pengenalan merek rumah sakit Perseroan dikalangan nasional. Adapun sumber dana pembangunan kedua rumah sakit tersebut berasal dari kas internal Perseroan. Kemudian, dana yang didapat dari penambahan saham baru akan digunakan untuk pengembangan rumah sakit Mayapada di kawasan Lebak Bulus, Jakarta serta di Surabaya. Dari Penawaran Umum Terbatas I yang menghimpun dana sekitar Rp 646 milliar, Perseroan masih menyisakan uang sebesar Rp 53 milliar per 30 September 2016.

  • HMSP raih laba bersih Rp9,08 triliun di kuartal III/2016

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) membukukan laba bersih tahun berjalan periode kuartal III/2016 senilai Rp 9,08 triliun, naik sekitar 19,54% yoy. Naiknya laba bersih ditopang oleh pertumbuhan penjualan sebesar 7,27% yoy menjadi Rp 70,28 triliun. Beban pokok penjualan sebesar Rp 53,09 triliun, naik sebesar 6,68% yoy. Laba kotor dan laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar Rp 17,18 triliun dan Rp 12,08 triliun, naik masing—masing sekitar 9,11% dan 18,66%. Total aset per 30 September 2016 tercatat sebesar Rp 42,38 triliun, naik dari total aset per 31 Desember 2015 senilai Rp 38,01 triliun. (Britama.com/DH)

Komentar LK :

Dalam jangka pendek, pencapaian kinerja tersebut akan membawa sentimen positif bagi HMSP khususnya perdagangan sahamnya. Naiknya laba bersih ditopang pertumbuhan penjualan bersihnya dimana penjualan tersebut disokong oleh kenaikan penjualan produk sigaret kretek mesin, sigaret kretek tangan dan sigaret putih mesin masing—masing sebesar 8,69%, 2,88% dan 9,01%. Namun, penjualan ekspornya mengalami penurunan sebesar 17,46% yoy menjadi Rp353,17 miliar. Selain dari kenaikan penjualan, pertumbuhan laba bersih perseroan juga didukung oleh naiknya penghasilan keuangan menjadi Rp 631,02 miliar dari sebesar Rp25,47 miliar. Turunnya biayai keuangan menjadi Rp16,22 miliar dari sebesar Rp135,11 miliar juga menopang pertumbuhan laba bersih tersebut.

  • MPMX membidik pertumbuhan laba 20%

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membidik pertumbuhan laba bersih 20% sampai akhir tahun ini. Jadi, laba bersih ditargetkan mencapai Rp 342 miliar, dari Rp 285 miliar di tahun sebelumnya. MPMX juga menargetkan pendapatan bisa tumbuh 10% menjadi sekitar Rp18,30 triliun sampai akhir 2016. Akhir tahun lalu, pendapatan MPMX mencapai Rp 16,64 triliun. Management MPMX mengatakan, tahun ini MPMX menganggarkan capital expenditure (capex) hingga Rp 900 miliar, yang diambil dari kas internal perusahaan. MPMX menyerap 80% dari total capex per akhir September. Alokasinya seperti untuk keperluan pendanaan di bisnis rental, penyelesaian pabrik oli Federal, serta penguatan distribusi produk kendaraan roda dua. Pabrik baru Federal Lubricants akan mampu memproduksi pelumas dengan kapasitas 100 juta liter per tahun dengan merek Federal Oil dan Federal Mobil. Pabrik ini akan masuk proses uji coba produksi di akhir 2016. MPMX berharap dapat ekspansi lebih gencar pada tahun depan. Meski fundamental memang masih was-was, tapi di tahun 2017 MPMX akan ekspansi di lini yang dapat memberikan margin lebih tinggi. MPMX mau masuk ke lini baru pada kuartal pertama atau kedua. Bisnis baru ini masih ada di sektor otomotif. MPMX juga akan tetap fokus pada pasar ritel MPMX membantah rumor yang beredar bahwa MPMX ingin melepas merek Nissan dan Datsun.

Komentar LK:

Kami memprediksi optimisnya Management MPMX untuk tahun 2016 bisa tercapai. Dengan mulai pulihnya pasar otomotif di Indonesia, MPMX bisa mengambil peluang dari mulai pulihnya pasar otomotif

  • SIDO habiskan dana IPO di tahun depan

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) berencana menghabiskan dana hasil initial public offering (IPO) tahun depan. Dana itu akan digunakan sebagai belanja modal, yakni sekitar Rp105 miliar. management SIDO mengatakan, hingga Juli, dana IPO tersisa Rp251 miliar. Sebesar 50% akan digunakan di semester kedua ini. Adapun sisanya masuk alokasi belanja modal 2017. Sebesar 50% belanja modal dari dana sisa IPO. Jadi akan dihabiskan tahun depan. SIDO akan memakai mayoritas dana itu untuk proyek perluasan pabrik di Jawa Tengah, khususnya untuk mesin produksi dan bangunan. SIDO masih yakin pembangunan pabrik tidak akan molor dari target, yakni pertengahan 2017. Dengan rampungnya pabrik itu, bisnis SIDO berpotensi meningkat. Target SIDO tahun depan masih konservatif, tumbuh 15%, masing-masing untuk pendapatan dan laba. SIDO juga berharap ekspor tumbuh dan kontribusinya bisa mencapai 5% dari saat ini sekitar 2%. SIDO melaksanakan IPO pada Desember 2013 dengan harga saham perdana Rp 580 per saham. Dari aksi ini, SIDO meraih dana Rp 844 miliar. Ekspansi SIDO pada tahun depan masih terbilang minim. SIDO belum akan menghimpun pendanaan untuk tahun depan. SIDO juga berniat menjual saham treasury pada 25-24 Oktober 2016, yakni sebanyak 259,8 juta saham.

Komentar LK:

Ekspansi SIDO masih bisa berjalan di tahun 2017 dengan masih adanya sisa dana IPO. Dengan akan dilepasnya saham treasury maka SIDO akan mendapatkan uang cash lagi yang bisa digunakan sebagai tambahan capexnya. Sehingga diharapkan ke depannya SIDO bisa lebih meningkatkan lagi pendapatan dan net profitnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Indeks BEI
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top