Bisnis.com, JAKARTA — Emiten makanan dan minuman mulai serius menggarap bisnis susu yang sempat diabaikan di tengah lemahnya konsumsi susu. Konsistensi emiten menggenjot penjualan susu akan kunci dalam memanen keuntungan.
Analis PT BCA Sekuritas Jennifer Frederika Yapply menilai bisnis susu telah diabaikan di Indonesia. Menurutnya, perusahaan yang bergerak di bidang susu PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Campany Tbk. (ULTJ) perlu menjaga konsistensi untuk menjaga kualitas produk.
Tingkat konsumsi susu di kalangan masyarakat Indonesia pada 2015 diperkirakan masih berkisar pada 12,5 liter per kapita per tahun, sedangkan konsumsi susu perkapita di negara-negara tetangga kita seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand pada tahun 2015 sudah lebih dari 3-4 kali lipat dari Indonesia.
“Kami percaya harga akan meningkat. Namun, kami tidak mengharapkan ada peningkatan harga yang melompat langsung,” tulisnya dalam riset yang dikutip pada Senin (12/9/2016).
Adapun penjualan ULTJ per Juni 2016 mencapai Rp2,29 triliun, tumbuh 5,04% dari posisi Rp2,18 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sehingga raihan laba yang diatribusikan kepada entitas induk pada paruh pertama tahun ini mencapai Rp306,68 miliar, tumbuh 33,86% dari posisi Rp229,1 miliar secara year on year.
Manajemen ULTJ menuliskan daam laporan akhir tahun silam bahwa masih kecilnya konsumsi susu di kalangan masyarakat Indonesia akan diprediksikan akan meningkat pada tahun berikutnya. Alasannya, pembaikan ekonomi serta meningkatkan kelas menengah.
Emiten Consumer Goods Genjot Bisnis Susu
Emiten makanan dan minuman mulai serius menggarap bisnis susu yang sempat diabaikan di tengah lemahnya konsumsi susu. Konsistensi emiten menggenjot penjualan susu akan kunci dalam memanen keuntungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Penulis : Novita Sari Simamora
Editor : Martin Sihombing
Topik
Konten Premium