Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LOGAM INDUSTRI: Penurunan Prospek Permintaan di China Hantui Tembaga

Harga tembaga melemah 0,09% atau 0,20 poin ke US$216 per pound pada pukul 14.14 WIB setelah dibuka dengan pelemahan tipis 0,07% di posisi US$216,05 per pound.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 16 Agustus 2016  |  14:52 WIB
Tembaga - Reuters
Tembaga - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga tembaga kontrak Desember 2016 terpantau melemah pada perdagangan siang ini, Selasa (16/8/2016), setelah sempat berfluktuasi di tengah cengkraman sepinya pemintaan musiman serta goyahnya prospek bagi pertumbuhan permintaan China sebagai konsumen teratas.

Harga tembaga melemah 0,09% atau 0,20 poin ke US$216 per pound pada pukul 14.14 WIB setelah dibuka dengan pelemahan tipis 0,07% di posisi US$216,05 per pound.

“Sementara reli pada logam dasar yang dipicu data makro akhir-akhir ini telah memutuskan kejatuhan harga pada pasar, kami masih memprediksi penurunan harga tembaga akibat perspektif fundamental pada kuartal-kuartal yang akan datang,” papar JP Morgan dalam risetnya, seperti dilansir Reuters hari ini.  

China berharap KTT G20 yang digelar bulan depan akan fokus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan isu finansial lainnya alih-alih membicarakan perseteruan seperti Laut China Selatan.  

Di sisi lain, melemahnya dolar AS menjelang rilis data AS untuk konstruksi rumah, inflasi, dan produksi industri dapat membatasi pelemahan komoditas tersebut.  

Bloomberg Dollar Spot Index yang mengukur pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama siang ini melemah 0,44% atau 0,416 poin ke level 95,213 pada pukul 14.15 WIB.

Seperti dilansir Bloomberg hari ini, dolar kehilangan momentumnya dan pergerakan saham global mendekati level tertinggi setahun setelah data pada negara dengan perekonomian terbesar di dunia memicu spekulasi bahwa bank sentral AS The Fed akan menahan diri untuk menaikkan suku bunganya tahun ini.

Probabilitas penaikan suku bunga AS untuk tahun ini tetap berada di bawah 50% dan greenback telah melemah terhadap mayoritas mata uang utama dalam sebulan terakhir.

Seperti diketahui, pelemahan dolar AS dapat mendorong daya beli pengguna komoditas yang membayar dalam mata uang lain.

Sementara itu, pergerakan harga nikel dan timah di Shanghai Futures Echange menguat pada perdagangan hari ini. Harga nikel untuk kontrak Januari 2017 ditutup menguat 0,18% atau 150 poin ke 81.580 yuan/metrik ton.

Harga timah kontrak September 2016 juga berakhir menguat 0,64% atau 790 poin ke 123.310 yuan/metrik ton setelah dibuka melemah 0,16% atau 200 poin ke level 122.320.

 

Pergerakan tembaga di Comex (Commodity Exchange) untuk kontrak Desember 2016:

Tanggal

Level

Perubahan

16/8/2016

(Pk. 14.14 WIB)

216,00

-0,09%

15/8/2016

216,20

+0,49%

12/8/2016

215,15

-2,20%

11/8/2016

220,00

+0,87%

10/8/2016

218,10

+0,88%

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nikel harga tembaga harga timah
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top