Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

JPFA Optimis Target Tumbuh 10%-15%

Emiten PT Japfa Commfeed Indonesia Tbk., optimis meraih pertumbuhan penjualan bersih sesuai target di kisaran 10%-15% pada 2016 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp25,02 triliun.
Kantor Japfa Comfeed/Ilustrasi-shareinv.com
Kantor Japfa Comfeed/Ilustrasi-shareinv.com

Bisnis.com, JAKARTA--Emiten PT Japfa Commfeed Indonesia Tbk., optimis meraih pertumbuhan penjualan bersih sesuai target di kisaran 10%-15% pada 2016 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp25,02 triliun.

Pasalnya, kinerja perusahaan pada semester I/2016 terbilang positif. Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2016, Japfa meraih penjualan bersih senilai Rp13,54 triliun, naik 11,29% dibandingkan paruh pertama 2015 sejumlah Rp12,14 triliun.

Adapun laba bersih semester I/2016 melesat ke Rp964,08 miliar dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencatatkan rugi bersih Rp272,13 miliar.

Terdongkraknya kinerja perusahaan tak lepas dari keseimbangan suplai dan permintaan day old chicken (DOC) serta ayam broiler pada kuartal II/2016 dibandingkan tahun lalu. Pada momen Ramadhan, JPFA juga mendapatkan keuntungan dari menguatnya konsumsi.

Putut Djagiri, Senior Vice President Deputy Head of Corporate Finance JPFA, menuturkan segmen bisnis yang berkontribusi paling besar bagi perusahaan ialah pakan ternak unggas sebanyak 45%, disusul peternakan unggas komersial 31%, dan penjualan DOC 9%. Adapun sektor binis baru, yakni perikanan dan peternakan sapi masing-masing menyumbang 7% serta 4%.

Japfa memproduksi antara 2,6 juta-2,7 juta pakan ternak unggas per tahun dari 16 pabrik yang tersebar di Tanah Air. Adapun panen DOC mencapai 560 juta per tahun dari 10.000 peternakan komersial.

Putut menyampaikan, perusahaan belum akan menambah pabrik pakan baru. Pasalnya, total kapasitas produksi maksimal 16 pabrik bisa mencapai 4,3 juta ton.

Penyerapan belanja modal per semester I/2016 sudah Rp291 miliar, dari anggaran ekuitas perusahaan sebesar Rp750 miliar-Rp760 miliar. Sekitar 40% digunakan untuk biaya perawatan.

Manajemen optimis pencapaian perusahaan pada paruh kedua 2016 bisa lebih baik. Target pertumbuhan dipatok antara 10%-15% dari tahun sebelumnya sebesar Rp25,02 triliun.

Menurut Putut, penguatan rupiah dan anjloknya harga komoditas bahan baku menguntungkan perusahaan. Dari kebutuhan jagung sebanyak 1,3 juta per tahun, JPFA mengimpor 40%. Adapun impor bungkil kedelai mencapai 100% dari kebutuhan per tahun sekitar 598.000 ton.

Di sisi lain, pasar ayam di dalam negeri masih begitu besar. Tingkat konsumsi ayam di Indonesia per kapita baru mencapai 9-10 kg, jauh di bawah Malaysia dan Jepang. "Kami tetap optimis mencapai target [penjualan bersih 2016] karena masih luas kesempatan untuk bertumbuh," ujarnya, Senin (15/8/2016).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper