Bisnis.com, JAKARTA— Nilai tukar rupiah ditutup menguat 10 poin di level Rp13.103 pada perdagangan Kamis (11/8/2016).
Rupiah berakhir terapresiasi 0,08% atau 10 poin ke posisi Rp13.103 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,02% atau -2 poin di Rp13.115 per dolar AS.
Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah diperdagangkan pada kisaran Rp13.098 – Rp13.130 per dolar AS. Penguatan rupiah ini sejalan dengan US Dollar Index yang terpantau menguat 0,17 poin atau 0,18% poin ke level 95,82 pada pukul 15.09 WIB.
Sementara itu, penguatan rupiah tak sejalan dengan pelemahan mata uang negara Asia lainnya. Hampir seluruh mata uang Asia melemah. Terlihat dolar Singapura melemah 0,017%, ringgit Malaysia melemah 0,16%, dolar Taiwan melemah 0,18% dan baht Thailand melemah 0,10%. Kemudian, peso Filipina juga melemah 0,60% dan won Korea Selatan juga melemah 4,77%.
Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan nilai tukar rupiah bergerak fluktuasi pada perdagangan hari ini. Dia menilai, masuknya dana asing yang cukup besar seharusnya bisa membuat rupiah menguat lebih tinggi. Bahkan, bisa menguji level di bawah Rp13.000.
“Namun karena masih ada isu dari the Fed yang mengevaluasi adanya kemungkinan the Fed akan menaikkan bunga pada akhir tahun, ini berdampak ke rupiah. Dolar AS terlihat cukup kuat dan pengaruh ke mata uang regional,” jelasnya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (11/8/2016).
Seperti yang dilansir Reuters, investor sedang menunggu petunjuk atas suku bunga acuan pada pidato Gubernur Janet Yellen pada simposim tahunan Federal Reserve 26 Agustus 2016.
"Suku bunga the Fed sepertinya menjadi seperti prospek jangka panjang pada pasar saat ini,” kata tim analis Credit Agricole dalam sebuah catatan yang dikutip dari Reuters.