Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ini Daftar Negara yang Pangkas Produksi Minyak

Berkurangnya produksi minyak mentah membuat harga menghijau karena proyeksi surplus pasokan semakin berkurang
/Ilustrasi
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Berkurangnya produksi minyak mentah membuat harga menghijau karena proyeksi surplus pasokan semakin berkurang. Sejumlah negara yang melakukan pemangkasan produksi di antaranya ialah Kanada, Nigeria, Ghana, China, dan Amerika Serikat.

Pada perdagangan Senin (16/5) pukul 17:38 WIB harga minyak WTI kontrak Juni 2016 naik 0,82 poin atau 1,77% menuju US$47,03 per barel. Sementara harga minyak Brent kontrak Juli 2016 meningkat 0,89 poin atau 1,86% menjadi US$48,74 per barel. Kedua angka tersebut merupakan level tertinggi baru sepanjang tahun berjalan.

Biro Statistik Nasional China menyampaikan produksi minyak mentah Negeri Panda pada April 2016 berkurang 5,6% secara tahunan (yoy) menjadi 16,6 juta ton. Angka tersebut menjadi level terendah sejak Februari 2015. Adapun kapasitas pengilangan meningkat 2,4% (yoy) menuju 10,93 juta barel per hari.

Badan Energi Internasional (International Energy Agency/ IEA) menyebutkan permintaan minyak mentah pada kuartal I/2016 sebesar 95,01 juta barel per hari. Jumlah ini bakal terus bertumbuh menjadi 96,79 juta barel per hari di triwulan terakhir.

Menurut EIA, dalam setiap proyeksi 2016, tren permintaan akan cenderung terus bertumbuh dibandingkan berkurang. Alasannya, konsumsi bensin meningkat kuat di setiap pasar utama, yang mengimbangi lesunya permintaan wilayah berkembang.

Harga minyak mentah menguat belakangan karena adanya gangguan pasokan di Nigeria, Ghana, dan Kanada yang melebihi 1,5 juta barel per hari di awal Mei. Peristiwa itu melebihi sentimen bearish pertemuan di Doha pada pertengahan April yang gagal mencapai kesepakatan, sehingga harga bisa menghijau.

Data U.S. Energy Information Administration (EIA) pada Rabu (11/5) menuliskan, persediaan minyak mentah mingguan AS per Rabu (6/5) merosot 3,4 juta barel menuju ke 539,984 juta barel. Tingkat poduksi harian pun merosot menjadi 8,802 juta barel per hari dibandingkan pekan sebelumnya sejumlah 8,825 juta barel per hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper