Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IEA: Surplus Minyak Tinggal 200.000 Barel di Semester Depan

Pasar minyak global diprediksi akan mendekati posisi seimbang antara suplai dan permintaan pada semester II/2016. Pasalnya, sejumlah produsen memangkas produksi di tengah rendahnya harga.
Pasar minyak global diprediksi akan mendekati posisi seimbang antara suplai dan permintaan pada semester II/2016. Pasalnya, sejumlah produsen memangkas produksi di tengah rendahnya harga./Bisnis
Pasar minyak global diprediksi akan mendekati posisi seimbang antara suplai dan permintaan pada semester II/2016. Pasalnya, sejumlah produsen memangkas produksi di tengah rendahnya harga./Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -- Pasar minyak global diprediksi akan mendekati posisi seimbang antara suplai dan permintaan pada semester II/2016. Pasalnya, sejumlah produsen memangkas produksi di tengah rendahnya harga.

Pada perdagangan Kamis (14/4/2016) pukul 18:42 WIB harga minyak Brent kontrak Juni 2016 meningkat 0,13 poin atau 0,29%% menjadi US$44,3 per barel. Sedangkan minyak WTI kontrak Mei 2016 berada di level US$41,81 per barel, naik 0,06 poin atau 0,14%.

Laporan International Energy Agency (IEA) menampilkan, surplus minyak mentah global akan berkurang menjadi hanya 200.000 barel per hari di semester II/2016. Adapun pada paruh pertama tahun ini, surplus produksi mencapai 1,5 juta barel per hari.

Menurut EIA, negara-negara produsen minyak mentah non OPEC bakal memangkas penyedotan, karena harga saat ini yang bergerak terlalu rendah.

Harga minyak tenggelam ke posisi terendah dalam 12 tahun terakhir pada Januari. Namun, dalam dua bulan terakhir harga sudha meningkat sebanyak 30% seiring dengan rencana OPEC dan Rusia membatasi produksi mereka.

"Namun, tanpa adanya aksi nyata pengurangan pasokan, hanya akan sedikit dampak nyata dari kesepakatan itu," papar IEA, Kamis (14/4/2016).

Sementara itu, harga dalam waktu dekat tertekan dengan meningkatnya pasokan di Amerika Serikat. Data U.S. Energy Information Administration (EIA) menyebutkan persediaan minyak Paman Sam secara mingguan sampai Jumat (8/4) mencapai 536,531 juta barel.

Angka tersebut naik 1,25% atau 6,63 juta ton dibandingkan pekan sebelumnya sejumlah 529,897 juta ton dan mencatatkan level tertinggi sejak 1930 silam.

Dalam periode yang sama, produksi minyak mentah harian AS merosot 31.000 barel per hari menjadi 8,98 juta barel per hari. Angka tersebut berada di bawah posisi 9 juta barel per hari pertama kalinya sejak Oktober 2014.  

Meskipun demikian, pasar mendapatkan sentimen pendorong dari rencana pertemuan di Doha antar negara produsen minyak pada 17 April 2016. Langkah tersebut bertujuan mengurangi berlebihnya pasokan yang dipredsiksi mencapai 2 juta barel per hari.

Dalam publikasinya, EIA memproyeksikan produksi AS bakal menurun, dari 9,4 juta barel per hari pada di 2015 menjadi 8,6 juta barel pada 2016 dan 8 juta pada 2017. Adapun rerata output Maret 2016 sudah terkoreksi 90.000 barel per hari dibandingkan Februari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper