Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BURSA ASIA 24 MARET: Terkoreksi 1,2%, Cetak Penurunan Tertajam Dalam Sebulan

Bursa Asia mencetak pelemahan tertajam dalam sebulan seiring anjloknya harga minyak dan investor mempertimbangkan arah kebijakan moneter AS.n

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Asia mencetak pelemahan tertajam dalam sebulan seiring anjloknya harga minyak dan investor mempertimbangkan arah kebijakan moneter AS.

Indeks MSCI Asia Pasifik turun 1,2% pukul 14.12 WIB dan bersiap menuju penutupan terendah sejak 16 Maret dipimpin penurunan bursa Hong Kong dan China yang paling menekan. Selain itu, produsen bahan mentah juga memimpin penurunan di antara indeks sektoral di Asia.

Minyak mentah turun setelah data menunjukkan stok AS mengalami kenaikan lebih besar dari perkiraan, sementara bijih besi jatuh untuk hari ketiga. Dolar AS menguat terhadap semua 16 mata uang utama, sementara ringgit Malaysia memimpin kerugian di pasar negara berkembang serta obligasi di Australia menguat mengikuti kenaikan di keuangan AS.

Kepala Penelitian Kekayaan Pribadi di Craigs Investment Partners Ltd berbasis di Wellington Mark Lister mengatakan para pejabat Fed pekan ini mengingatkan pasar bahwa mereka masih ingin bergerak maju dengan kenaikan suku bunga.

"Investor mencari alasan untuk menarik kembali dan ini adalah salah satu dampaknya," ucapnya seperti dikutip Bloomberg.

Shanghai Composite Index melemah 1,63% dan Shenzhen Composite turun 1,39%. China Life Insurance Co, perusahaan asuransi terbesar di negara itu, turun 3,8%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng juga melemah 1,31%. PetroChina Co, produsen minyak dan gas terbesar di negara itu, merosot 5,2% setelah melaporkan laba tahunan terendah sejak 1999.

Indeks Topix melemah 0,70% menjadi 1.354,61 dan Nikkei 225 Stock Average juga menurun 0,64% menjadi 16.892,33. Mitsui & Co turun 7,5% di Tokyo setelah perusahaan perdagangan memperkirakan kerugian pertama sejak didirikan dalam bentuk modern tahun 1947.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Mei diperdagangkan menurun 1,18% ke US$39,32 per barel dan minyak Brent untuk kontrak Mei melemah 0,69% ke US$40,19 per barel pukul 15.11 WIB.

Menurut survei Bloomberg, persediaan minyak AS naik 2,53 juta barel di minggu terakhir sesuai laporan Energy Information Administration (EIA). Sedangkan American Petroleum Institute akan melaporkan stok minyak di AS naik 8,8 juta barel.

S & P / ASX 200 Index Australia turun 1,13%, Straits Time Singapore turun 1,22% dan Kospi Korea Selatan turun 0,46%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Atiqa Hanum
Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper