Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kerugian Energi Mega Persada US$16,38 Juta

Membengkaknya beban PT Energi Mega Persada Tbk. membuat perusahaan migas itu mesti menanggung rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$16,38 juta pada kuartal I/2015.
Lapangan Gas Sungai Gelam 2007, PT Energi Mega Persada Tbk./www.energi-mp.com
Lapangan Gas Sungai Gelam 2007, PT Energi Mega Persada Tbk./www.energi-mp.com

Bisnis.com, JAKARTA — Membengkaknya beban PT Energi Mega Persada Tbk. membuat perusahaan migas itu mesti menanggung rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$16,38 juta pada kuartal I/2015.

Perolehan itu jauh di bawah periode yang sama setahun sebelumnya, ketika emiten berkode ENRG tersebut membukukan laba bersih US$24,12 juta. Bahkan, per Desember 2014 pun perseroan masih mencatatkan laba bersih dengan nilai US$37,03 juta. 

Berdasarkan laporan keuangan triwulan pertama tahun ini, pendapatan ENRG juga terpangkas 16,72% secara year-on-year menjadi US$161,42 juta dari sebelumnya US$193,84 juta.

Di sisi lain, pos beban pokok penjualan naik 35,31%, dari US$117,44 juta ke posisi US$158,7 juta. Beban usaha melambung 171,55%, dari hanya US$4,18 juta menjadi US$11,36 juta. 

Turunnya beban keuangan sebesar 46,2% dari US$20,99 juta ke level US$11,29 juta, tidak mampu membantu menopang kinerja.

ENRG adalah perusahaan yang terafiliasi dengan Grup Bakrie. Perseroan berencana melakukan private placement senilai Rp446,42 miliar dengan jumlah saham baru yang diterbitkan sebanyak 4,46 miliar lembar.

ENRG akan meminta restu atas niatan tersebut dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang bakal digelar pada 17 Juni 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Annisa Margrit
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper