Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDOFARMA (INAF) Tunda Private Placement Anak Usaha

PT Indofarma Tbk. menunda rencana private placement anak usaha hingga kuartal IV 2015.
Rezza Aji Pratama
Rezza Aji Pratama - Bisnis.com 19 Mei 2015  |  23:50 WIB
INDOFARMA (INAF) Tunda Private Placement Anak Usaha
Selain berencana melepas anak usaha, emiten berkode INAF ini juga menjajaki rencana penerbitan saham baru alias right issue. - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—PT Indofarma Tbk. menunda rencana private placement anak usaha hingga kuartal IV 2015.

Sekretaris Perusahaan Indofarma Yasser Arafat mengatakan pihaknya sedang melakukan penjajakan dengan investor lokal untuk melepas 20% saham perseroan di PT Indofarma Global Medika (IGM). Namun, manajemen pesimistis rencana private placement yang sudah dijajaki sejak tahun lalu itu bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

“Kami masih komunikasi intensif tetapi sepertinya baru bisa deal di akhir tahun,” katanya kepada Bisnis.com.

Indofarma telah menunjuk PT Danareksa Sekuritas selaku penjamin emisi aksi korporasi tersebut. Padahal sebelumnya emiten berkode INAF ini sudah memberikan mandat kepada PT Mandiri Sekuritas untuk menjajakan anak usahanya kepada investor asal Malaysia. Namun keduanya gagal mencapai kata sepakat soal harga jual IGM sehingga kesepakatan pun terpaksa dibatalkan.

Dari pelepasan 20% saham IGM, Indofarma berharap bisa mengantongi dana segar US$20 juta. Hasil private placement ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan. Jika kesepakatan dengan investor lokal ini terealisasi, perseroan akan mendorong anak usahanya untuk initial public offering (IPO).

Selain berencana melepas anak usaha, emiten berkode INAF ini juga menjajaki rencana penerbitan saham baru alias right issue. Namun, Yasser menuturkan aksi korporasi tersebut tidak memungkinkan dilakukan di tahun ini. Menurut Yasser, right issue menjadi pertimbangan karena dianggap lebih murah ketimbang menerbitkan surat utang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indofarma
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top