Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PASAR OBLIGASI (24 Februari): 4 Seri SUN Ini Direkomendasikan Jual

Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau naik tipis 5,08% ke Rp10,76 triliun pada awal pekan ini.
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 24 Februari 2015  |  10:06 WIB
Memantau layar surat utang negara - Bisnis
Memantau layar surat utang negara - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau naik tipis 5,08% ke Rp10,76 triliun pada awal pekan ini.

Debt Research Danareksa Sekuritas merekomendasikan sejumlah obligasi untuk dijual pada perdagangan Selasa (24/2/2015).

Berdasarkan data Danareksa Sekuritas yang diterima Bisnis hari ini, sebanyak tiga obligasi pemerintah direkomendasikan untuk dijual, dan satu seri untuk ditahan

Berikut ini daftar rekomendasi obligasi pemerintah dari Danareksa Sekuritas:

Seri FR0069

Rekomendasi : Jual

“Harga naik, volume perdagangan besar, tren penguatan semakin melemah, tekanan beli mereda, indeks CCI naik.”

Seri FR0070

Rekomendasi : Jual

“Harga turun, volume perdagangan besar, tren penguatan semakin melemah, tekanan jual meningkat, indeks CCI naik.”

Seri FR0071

Rekomendasi : Jual

“Harga naik, volume perdagangan besar, tren penguatan semakin melemah, tekanan jual meningkat, indeks CCI naik.”

Seri FR0068

Rekomendasi : Tahan

“Harga naik, volume perdagangan besar, tren penguatan semakin menguat, tekanan beli mereda, indeks CCI naik.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surat utang negara Obligasi Pemerintah
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top