Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PASAR OBLIGASI (22 Februari): Awal Pekan, Saatnya Jual 4 Seri SUN Ini

Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau turun 62,65% ke Rp10,24 triliun pada akhir pekan lalu.
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 23 Februari 2015  |  09:09 WIB
4 seri SUN direkomendasikan jual - ilustrasi
4 seri SUN direkomendasikan jual - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau turun 62,65% ke Rp10,24 triliun pada akhir pekan lalu.

Debt Research Danareksa Sekuritas merekomendasikan sejumlah obligasi untuk dijual pada perdagangan Senin (23/2/2015).

Berdasarkan data Danareksa Sekuritas yang diterima Bisnis hari ini, sebanyak empat obligasi pemerintah seluruhnya direkomendasikan untuk dijual.

Berikut ini daftar rekomendasi obligasi pemerintah dari Danareksa Sekuritas:

Seri FR0069

Rekomendasi : Jual

“Harga naik tipis, volume perdagangan besar, tren penguatan semakin melemah, tekanan beli mereda, indeks CCI naik.”

Seri FR0070

Rekomendasi : Jual

“Harga turun, volume perdagangan besar, tren penguatan semakin melemah, tekanan jual meningkat, indeks CCI turun.”

Seri FR0071

Rekomendasi : Jual

“Harga naik, volume perdagangan besar, tren penguatan semakin melemah, tekanan jual meningkat, indeks CCI turun.”

Seri FR0068

Rekomendasi : Jual

“Harga naik, volume perdagangan besar, tren penguatan semakin melemah, tekanan beli mereda, indeks CCI turun.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surat utang negara Obligasi Pemerintah
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top