Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

SURAT UTANG NEGARA: Transaksi Naik 49,97%, FR0068 Teraktif

Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau menguat 49,97% pada perdagangan Selasa (17/2/2015).
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 18 Februari 2015  |  09:42 WIB
Transaksi obligasi pemerintah naik - ilustrasi
Transaksi obligasi pemerintah naik - ilustrasi

Bisnis.com,JAKARTA —  Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau menguat 49,97% pada perdagangan Selasa (17/2/2015).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dikutip riset Debt Research Danareksa Sekuritas dan dirilis Rabu (18/2/2015), volume transaksi obligasi pemerintah kemarin tercatat Rp23,35 triliun, dari transaksi sebelumnya Rp15,57 triliun.

Jumlah tersebut di atas transaksi harian tahun ini sebesar Rp10,56 triliun. Adapun obligasi tenor jangka panjang di atas 15 tahun yang paling diburu.

Obligasi seri FR0068 tercatat menjadi obligasi pemerintah teraktif dengan volume transaksi mencapai Rp9,35 triliun.

Selanjutnya, obligasi pemerintah seri FR0070 menempati peringkat kedua teraktif dengan volume transaksi Rp6,53 triliun.

Dan posisi ketiga teraktif ditempati oleh obligasi pemerintah seri FR0071 dengan volume transaksi Rp1,5 triliun.

Berikut rincian obligasi pemerintah teraktif untuk perdagangan Selasa (17/2/2015)

Seri Obligasi

Yield (%)

Volume (Rp. miliar)

Jatuh Tempo

FR0068

7,46

9.350,47

15 Mei 2034

FR0070

7,07

6.533,27

15 Maret 2024

FR0071

7,24

1.504,7

15 Maret 2029

FR0069

6,96

1.353,39

15 April 2019

SR006

7,16

709,96

5 Maret 2017

Sumber: Bursa Efek Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Pemerintah
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top