Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SURAT UTANG NEGARA: Transaksi Turun 6,13% Jelang Akhir Pekan, Seri FR0069 Teraktif

Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau turun tipis 6,13% pada perdagangan Kamis (12/2/2015).
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 13 Februari 2015  |  09:10 WIB
Transaksi obligasi pemerintah turun - ilustrasi
Transaksi obligasi pemerintah turun - ilustrasi

Bisnis.com,JAKARTA —  Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau turun tipis 6,13% pada perdagangan Kamis (12/2/2015).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dikutip riset Debt Research Danareksa Sekuritas dan dirilis Jumat (13/2/2015), volume transaksi obligasi pemerintah kemarin tercatat Rp14,09 triliun, dari transaksi sebelumnya Rp15,01 triliun.

Jumlah tersebut di atas transaksi harian tahun ini sebesar Rp10,56 triliun. Adapun obligasi tenor jangka pendek di bawah 5 tahun yang paling diburu.

Obligasi seri FR0069 tercatat menjadi obligasi pemerintah teraktif dengan volume transaksi mencapai Rp2,4 triliun.

Selanjutnya, obligasi pemerintah seri FR0068 menempati peringkat kedua teraktif dengan volume transaksi Rp1,99 triliun.

Dan posisi ketiga teraktif ditempati oleh obligasi pemerintah seri FR0071 dengan volume transaksi Rp1,83 triliun.

Berikut rincian obligasi pemerintah teraktif untuk perdagangan Kamis (12/2/2015)

Seri Obligasi

Yield (%)

Volume (Rp. miliar)

Jatuh Tempo

FR0069

7,21

2.404,96

15 April 2019

FR0068

7,74

1.985,46

15 Mei 2034

FR0071

7,54

1.832,3

15 Maret 2029

FR0070

7,38

1.652,81

15 Maret 2024

PBS008

7,07

1.305

15 Juni 2016

Sumber: Bursa Efek Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Pemerintah
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top