Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emas Masih Dibayangi The Fed

Pelaku pasar diprediksi masih akan berpaling dari emas seiring dengan terjaganya tren penguatan dolar. Hal itu membuat emas kehilangan pamor sebagai safe haven.
Ardhanareswari AHP
Ardhanareswari AHP - Bisnis.com 31 Januari 2015  |  18:10 WIB
Ilustrasi - JIBI/Abdullah Azzam
Ilustrasi - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Pelaku pasar diprediksi masih akan berpaling dari emas seiring dengan terjaganya tren penguatan dolar. Hal itu membuat emas kehilangan pamor sebagai safe haven.

"Dolar kembali kuat dan emas masih akan tetap di kisaran US$1.200 per troy ounce," kata Kepala Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong, Sabtu (31/1/2015).

Lukman mengatakan investor mulai melepaskan emas setelah pemilu di Yunani berjalan dengan baik.

Di sisi lain, disparitas kebijakan antara bank sentral AS dengan berbagai bank sentral ‎negara maju kian mengukuhkan posisi dolar.

Pada penutupan pasar pekan ini, harga emas di Commodity Exchange tercatat menguat 1,9% ke level US$1.278,5 per troy ounce. Sementara itu harga emas spot menguat 2,11% menjadi 1.283,79 per troy ounce.

Lukman menuturkan dalam jangka menengah-panjang logam mulia cenderung berkutat pada level rendah.

Sektor komoditas ini ‎masih dibayang-bayangi prospek penguatan suku bunga acuan bank sentral AS atau fed funds rate.

Sementara itu, harga perak ikut naik 2,59% di Commodity Exchange menjadi US$17,21 per troy ounce sedangkan platinum spot menguat 1,63% ke level US$1.241,56 per troy ounce.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top