Harga Kemahalan, Komoditas Karet Terjerembab

Harga karet terjerembab cukup dalam setelah permintaan berkurang karena tingginya nilai jual produk tersebut. Harga karet sempat menguat drastis pada akhir tahun lalu seiring dengan cuaca buruk di Thailand.
Surya Rianto | 07 Januari 2015 19:10 WIB
Lembaran karet - Bisnis

Bisnis.com, TOKYO – Karet terjerembab cukup dalam setelah permintaan berkurang karena tingginya nilai jual produk tersebut. Harga karet sempat menguat drastis pada akhir tahun lalu seiring dengan cuaca buruk di Thailand.

Gu Jiong, analis Yutaka Shoji, mengatakan seperti dilansir Bloomberg pada Rabu (7/1) pengguna karet di dunia akan menahan pembelian dalam jangka dekat saat ini. Pasalnya, harga yang sempat melonjak tinggi dan kondisi global yang kurang bagus membuat prospek karet untuk jangka dekat memburuk.

Pada penutupan kemarin, karet berjangka untuk pengiriman Juni di Tokyo Commodity jatuh 2,2% menjadi 209,5 yen per kg. Sedangkan, karet di Shanghai Futures Exchange juga terjatuh 2% menjadi 13.350 yuan per metrik ton.

Di sisi lain, produsen terbesar karet, Thailand mengalami penurunan produksi sebesar 3% menjadi 10.835 metrik ton pada 2014.

Posisi harga jual  yang sempat rendah di 2014 membuat para petani karet mengalihkan aktivitas perkebunannya ke aktivitas lainnya.  

Sumber : bloomberg

Tag : komoditas, karet, harga karet
Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top