Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OBLIGASI PEMERINTAH: Volume Transaksi 6 Oktober Turun 65,7%

Volume transaksi obligasi pemerintah tercatat turun cukup tajam, yakni 65,7% pada perdagangan Senin (6/10/2014).
Bunga Citra Arum Nursyifani
Bunga Citra Arum Nursyifani - Bisnis.com 07 Oktober 2014  |  11:18 WIB
OBLIGASI PEMERINTAH: Volume Transaksi 6 Oktober Turun 65,7%
Ilustrasi - Bisnis
Bagikan

 Bisnis.com, JAKARTA — Volume transaksi obligasi pemerintah tercatat turun cukup tajam, yakni 65,7% pada perdagangan Senin (6/10/2014).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dikutip riset Debt Research Danareksa Sekuritas dan dirilis Selasa (7/10/2014), volume transaksi obligasi pemerintah pada Senin tercatat Rp5,07triliun, lebih rendah dari transaksi sebelumnya Rp14,78 triliun.

Jumlah tersebut  juga di bawah rata-rata transaksi harian tahun ini yang sebesar Rp10,25 triliun. Obligasi dengan tenor panjang berjangka lebih dari 15 tahun menjadi yang paling banyak diburu.

Obligasi seri FR0068 tercatat menjadi obligasi pemerintah teraktif dengan volume transaksi mencapai Rp1,48 triliun.

Selanjutnya, obligasi pemerintah seri FR0070 menempati peringkat kedua teraktif dengan volume transaksi Rp964,85 miliar.

Dan posisi ketiga teraktif ditempati oleh obligasi pemerintah seri FR0071 dengan volume transaksi Rp330,77 miliar.

Berikut rincian obligasi pemerintah teraktif untuk perdagangan Senin (7/10/2014)

Seri Obligasi

Yield

(%)

Volume

(Rp. miliar)

Jatuh Tempo

FR0068

8,977

1.483,2

15 Mei 2034

FR0070

8,491

964,85

15 Maret 2024

FR0071

8,819

330,77

15 Maret 2029

FR0058

8,609

133,26

15 Juni 2032

SPN12141107

0,004

110

7 November 2014

Sumber: Bursa Efek Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Obligasi Pemerintah
Editor :
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top