BATU BARA: Harga Tergelincir, Pelaku Usaha Tahan Produk

Harga batubara yang terus tergelincir dan terancam berada di level US$60 membuat banyak perusahaan batu bara dalam negeri semakin tertekan dan menahan produk mereka hingga kondisi menjadi lebih baik.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 10 September 2014  |  21:08 WIB
BATU BARA: Harga Tergelincir, Pelaku Usaha Tahan Produk
Pelemahan harga batubara ini akibat perlambatan ekonomi di sejumlah negara terutama China. - Bisnis.com

bisnis.com, JAKARTA – Harga batubara yang terus tergelincir dan terancam berada di level US$60 membuat banyak perusahaan batubara dalam negeri semakin tertekan dan menahan produk mereka hingga kondisi menjadi lebih baik.

Ibrahim, Direktur PT Equilibrium Komoditi Berjangka, mengatakan harga batas batubara yang dapat memberikan keuntungan untuk pelaku usaha adalah US$100 dan kini harganya sudah semakin menjauh dari level itu sehingga membuat perusahaan batu bara makin tertekan.

“Perusahaan batubara yang melantai di bursa efek pun juga kondisinya banyak yang tidak bagus kan, itu yang menjadi kesulitan pasar fisik batu bara ini,” ujarnya kepada Bisnis.com pada Rabu (10/9/2014).

Para pelaku batubara saat ini lebih memilih menahan produknya dengan alasan kalau di jual tidak akan memberikan keuntungan dan menunggu harga kembali bagus.

“Harga batas batubara yang dapat memberikan keuntungan itu adalah US$100, sekarang harganya sudah jauh dari angka tersebut kan,” tuturnya.

Harga batubara pada penutupan Rabu (10/9/2014) tercatat melemah 1,12% menjadi US$65,8 dibandingkan hari sebelumnya yang berada di level US$66,55.

Tren pelemahan batubara sudah dimulai sejak awal tahun, tercatat pada awal tahun komoditas emas hitam ini berada di level US$83,95 dan terus menurun hingga September ke level US$66-an.

Pelemahan harga batubara ini akibat perlambatan ekonomi di sejumlah negara terutama China dan didukung oleh penguatan dolar AS beberapa hari belakangan. Diperkirakan pergerakan batubara bisa semakin terperosok dan melemah ke level US$60 sampai US$57.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
komoditas, batu bara, ekonomi dunia

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top