Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Singapura Ubah Aturan Perdagangan Saham

Singapura akan memperketat aturan pasar saham guna memulihkan kepercayaan investor setelah perdagangan saham berkapitalisasi kecil anjlok sehingga menggerogoti nilai pasar perusahaan komoditas hingga US$6,9 miliar selama 3 hari pada Oktober.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 04 Agustus 2014  |  12:41 WIB
Singapura Ubah Aturan Perdagangan Saham
Bursa Singapura - therealsingapore.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Singapura akan memperketat aturan pasar saham guna memulihkan kepercayaan investor setelah perdagangan saham berkapitalisasi kecil anjlok sehingga menggerogoti nilai pasar perusahaan komoditas hingga US$6,9 miliar selama 3 hari pada Oktober.

Pemerintah akan menerapkan nilai perdagangan minimum S$0,20 untuk saham mainboard karena sekuritas bernilai rendah lebih rentan terhadap spekulasi dalam jumlah besar dan potensi manipulasi pasar, menurut pernyataan Otoritas Moneter dan Bursa Singapura.

Negara kota itu  akan mewajibkan investor menempatkan uang jaminan sebesar 5% dari nilai perdagangan dan harus memberikan informasi lebih banyak terkait short positions. Otoritas itu juga berencana mengurangi ukuran untuk lot transaksi.

Aturan soal uang jaminan itu (kollateral) akan membantu pialang saham mengelola risiko bisnis merela lebih baik. Dengan demikian, akan membuat pasar keuangan Singapura lebih kuat selain integritas pasar yang terlindungi,” ujar Loh Hoon Sun, managing director Phillip Securities Pte.

“Saya memperkirakan ada ada reaksi negatif pada tahap awal atas penerapan kebijakan baru itu sehingga membuat volume perdagangan turun. Namun demikian, pasar harus menyesuaikan diri dan terbiasa dengan aturan perdagangan,” ujarnya sebagaimana dikutip Bloomberg, Senin (4/8/2014).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa saham bursa singapura

Sumber : Bloomberg

Editor :
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top