Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SBY Akhirnya Restui Holding BUMN

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya memberikan restu untuk pembentukan holding company Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang perkebunan dan bidang kehutanan.
Anggi Oktarinda
Anggi Oktarinda - Bisnis.com 30 Juni 2014  |  16:51 WIB
SBY Akhirnya Restui Holding BUMN
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya memberikan restu untuk pembentukan holding company Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang perkebunan dan bidang kehutanan.

Rapat Kabinet Terbatas yang dipimpin oleh SBY di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (30/6), pemerintah memutuskan membentuk holding company Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang perkebunan dan bidang kehutanan.

“Barusan di Sidang Kabinet Terbatas sudah disetujui. Prosesnya sendiri kan memang sudah cukup lama, sudah dari 2010 – 2011,” ujar Menko bidang Perekonomian Chairul Tanjung usai mengikuti Sidang Kabinet Terbatas.

Selanjutnya, ujarnya, pemerintah akan mengeluarkan aturan dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP) tentang holding company BUMN perkebunan.

Di sisi lain, tambahnya, pemerintah juga menyetujui pembentukan holding company BUMN bidang kehutanan.

“Seperti kita ketahui, ada Perhutani, ada Inhutani, juga ada beberapa. Ini semuanya akan diperkuat menjadi sebuah holding company,” katanya.

Restu SBY untuk rencana holding perusahaan BUMN di bidang perkebunan dan kehutanan sejak lama dinanti oleh stakeholder.

Pasalnya, tanpa restu Presiden, rencana BUMN tersebut menjadi tidak pasti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn holding bumn
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top