Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BURSA AS: Indeks Wall Street Cetak Rekor Baru

Indeks Dow dan S&P 500 di Wall Street Sabtu (7/6/2014) pagi WIB naik lagi ke rekor tertinggi baru, menyusul laporan Departemen Tenaga Kerja AS yang menunjukkan pertumbuhan pekerjaan yang kuat selama Mei.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 07 Juni 2014  |  07:00 WIB
BURSA AS: Indeks Wall Street Cetak Rekor Baru
Berita ketenagakerjaan AS mendorong investor bergairah (bullish) - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, NEW YORK - Indeks Dow dan S&P 500 di Wall Street Sabtu (7/6/2014) pagi WIB naik lagi ke rekor tertinggi baru, menyusul laporan Departemen Tenaga Kerja AS yang menunjukkan pertumbuhan pekerjaan yang kuat selama Mei.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 88,17 poin (0,52 %) untuk ditutup pada 16.924,28 poin atau rekor tertinggi untuk hari kedua berturut-turut.

Indeks S&P 500 naik 8,98 poin (0,46%) guna berakhir pada posisi 1.949,44 yang adalah rekor penutupan ketiga berturut-turut, sedangkan indeks Nasdaq naik 25,17 poin (0,59%) menjadi 4.321,40 poin.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan ekonomi AS mendapat suntikan 217.000 pekerjaan bersih pada Mei, sesuai dengan harapan.

Para ekonom menyebut laporan itu mantap dan mencatat Mei sebagai bulan keempat berturut-turut di mana ekonomi AS mendapat tambahan 200.000 pekerjaan.

Mace Blicksilver, direktur Marblehead Asset Management, mengatakan berita itu mendorong investor bergairah (bullish) sehari setelah Bank Sentral Eropa (ECB) meluncurkan stimulus agresif.

Harga obligasi jatuh. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS berjangka waktu 10-tahun naik menjadi 2,60 % dari 2,58 % pada Kamis, sementara pada obligasi 30-tahun meningkat menjadi 3,44% dari 3,43%. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa wall street

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top