Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Krisis Crimea Untungkan Produsen Seragam Militer, Cermati Saham SRIL!

Dalam delapan hari perdagangan terakhir, saham perusahaan ini telah turun sampai 25% atau Rp205 di bawah harga IPO Rp240 di 17 Juni 2013. Dari perdagangan terakhir, saham SRIL diperdagangkan di P/E 11,8x.
Nurbaiti
Nurbaiti - Bisnis.com 27 Maret 2014  |  08:14 WIB
Krisis Crimea Untungkan Produsen Seragam Militer, Cermati Saham SRIL!
Bursa Efek Indonesia - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen seragam militer di Indonesia, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL IJ) berpotensi mendapatkan keuntungan, menyusul semakin memanasnya krisis di Crimea.

Berdasarkan riset KDB Daewoo Securities Indonesia, setiap negara mempunyai kekuatan militer masing-masing untuk mempertahankan negaranya dari serangan luar, termasuk di Crimea.

Hal ini, berpotensi mendorong sebuah negara untuk mengalokasikan sebagian dari anggaran tahunan untuk militer mereka.

“ Produsen seragam militer di Indonesia, PT Sri Rejeki Isman berpotensi mendapatkan keuntungan karena naiknya pengeluaran di bidang militer.”

Apalagi, SRIL terbukti sebagai salah satu produsen seragam militer terbaik, mengingat SRIL tengah memasokkan produknya ke 30 negara. Di awal Februari tahun ini, SRIL telah memenangkan pesanan seragam sekitar 2,1 juta dari Jerman dan Malaysia yang bernilai sekitar US$23 juta.

Pesanan tersebut direncanakan akan selesai di pertengahan tahun ini. Selain seragam militer, SRIL juga memproduksi seragam kantoran, benang tekstil, dan busana fashion lainnya.

“Perseroan mengekspor 70% produknya ke negara lain, yang 30% dari produk tersebut merupakan seragam militer.”

Dalam delapan hari perdagangan terakhir, saham perusahaan ini telah turun sampai 25% atau Rp205 di bawah harga IPO Rp240 di 17 Juni 2013.

“Dari perdagangan terakhir, saham SRIL diperdagangkan di P/E 11,8x. Meskipun tekanan untuk menjual tetap ada, kami merekomendasikan investor untuk melakukan strategi bottom fishing.”

Pada kuartal III/2013, SRIL mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,7 trilliun (naik 27,6% YoY) dan laba bersih naik 53,1% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp243 miliar.

“Kapasitas perusahaan ini juga diperkirakan naik dua kali lipat tahun ini, yang akan membantu pihak manajemen untuk mencapai target bisnis mereka di 2014. Pertumbuhan pendapatan dan laba bersih tahunan masing-masing 20% dan 37%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri rejeki isman sril Rusia Invasi Crimea

Sumber : KDB Daewoo Securities Indonesia

Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top