Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bursa Jepang (26/2): Indeks Nikkei 225 Ditutup Melemah 0,54%

Bursa saham Jepang ditutup kembali melemah pada perdagangan Rabu (26/2/2014). Indeks Nikkei 225 pada penutupan hari ini turun cukup tajam yakni 0,54% ke level 14.970,97
Bunga Citra Arum Nursyifani
Bunga Citra Arum Nursyifani - Bisnis.com 26 Februari 2014  |  14:42 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Jepang ditutup kembali melemah pada perdagangan Rabu (26/2/2014).

Indeks Nikkei 225 pada penutupan hari ini turun cukup tajam yakni 0,54% ke level 14.970,97. Pada Selasa (25/2/2014) indeks tersebut sempat menguat 1,44% ke level 15.051,6.

Indeks Nikkei 225 hari ini dibuka pada level 14.896, 49, dan sepanjang waktu perdagangan bergerak di kisaran 14.896,49 hingga 15.084,53.  Dari 225 saham yang tercantum dalam data Bloomberg,  52 di antaranya menguat, 166 melemah, dan 7 stagnan.

Saham Fast Retailing Co. Ltd. terkoreksi 0,96% dan SoftBank Corp. melemah 1,3%%. Sementara itu, saham Panasonic Corp. naik 5,27% dan NTT Data Corp menguat 3,2%.

Indeks Nikkei 225 sepanjang minggu lalu memang terpantau bergerak fluktuatif, walaupun terkoreksi 0,19% ke level 14.837,68 saat ditutup Senin (24/2/2014).

Pada Jumat (21/2/2014), indeks Nikkei 225 sempat melonjak 2,88% ke angka 14.865,67. Pada Kamis (20/2/2014) indeks tersebut melemah cukup tajam yakni 2,15% atau terhenti di angka 14.449,18.

Rabu (19/2/2014) Nikkei 225 terkoreksi 0,52%. Pada Selasa (18/2/2014) indeks itu sempat melonjak 3,13%. Senin (17/2/2014) Indeks Nikkei 225 menguat 0,56%, dan Jumat (14/2/2014) melemah 1,53%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indeks nikkei 225
Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top