Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laba Bersih Vale Indonesia Anjlok 42,7%

Perusahaan tambang nikel, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mencetak laba bersih sepanjang tahun lalu US$38,65 juta atau anjlok 42,7% dari periode yang sama tahun sebelumnya (US$67,49 juta).
Vega Aulia Pradipta
Vega Aulia Pradipta - Bisnis.com 26 Februari 2014  |  19:56 WIB
Logo Vale Inbdonesia - JIBI
Logo Vale Inbdonesia - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Perusahaan tambang nikel, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mencetak laba bersih sepanjang tahun lalu US$38,65 juta atau  anjlok 42,7% dari periode yang sama tahun sebelumnya (US$67,49 juta).

Seperti dikutip dari laporan keuangan perseroan serta siaran pers yang dipublikasikan, Rabu (26/2/2014), perseroan meraih pendapatan US$921,6 juta, turun 4,7% dari US$967,3 juta.

Meski pendapatan turun tipis, beban pokok pendapatan juga berhasil ditekan menjadi US$781,74 juta, turun 2,3% dari US$800,62 juta. Hal ini menyebabkan laba kotor US$139,89 juta, turun 16% dari US$166,7 juta.

Perseroan mencatat beban pokok pendapatan per metrik ton produksi nikel dalam matte pada tahun lalu turun 7% menjadi US$10.313 per ton dari US$11.091 per ton pada 2012.

Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan biaya bahan bakar minyak dan pelumas, biaya karyawan, biaya kontrak dan jasa, dan biaya lainnya.

“Tahun ini, Vale akan tetap fokus pada berbagai inisiatif penghematan biaya untuk mempertahankan keunggulan biaya,” tulis manajemen seperti dikutip, Rabu (26/2/2014).

Tahun lalu, Vale memproduksi 75.802 ton nikel dalam matte, naik 6,7% dari produksi 2012 sebesar 70.717 ton. Produksi yang lebih tinggi ini didorong oleh realisasi peningkatan kapasitas peleburan dan juga optimalisasi proses produksi.

“Vale berencana menaikkan produksi nikel dalam matte-nya untuk tahun ini sebesar 5% atau sekitar 79.600 ton,” tulis manajemen.

Sementara itu untuk penjualan nikel matte sepanjang tahun lalu mencapai 77.198 ton, naik 8% dari 71.379 ton. Adapun harga realisasi rata-rata 2013 adalah US$11.939 per metrik ton, turun 12% dari US$13.552 per metrik ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt vale indonesia tbk
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top