Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CPO Capai Rekor, Harga Saham Sawit Melejit

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) mencapai rekor pada hari ini, Selasa (18/2/2014). Tertinggi sepanjang perdagangan 1,5 tahun terakhir
Linda Teti Silitonga
Linda Teti Silitonga - Bisnis.com 18 Februari 2014  |  12:10 WIB
CPO Capai Rekor, Harga Saham Sawit Melejit
Bursa Efek Indonesia - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) mencapai rekor pada hari ini, Selasa (18/2/2014). Tertinggi sepanjang perdagangan 1,5 tahun terakhir atau sejak Oktober 2012.

Harga sawit hari ini menembus level 2.700 ringgit per metrik ton, yang ikut mempengaruhi harga saham sawit di bursa. 

“Saham sawit memang sudah mulai diburu beberapa bulan ini,” kata Analis Mega Capital Indonesia Gene Richard saat dihubungi hari ini, Selasa (18/2/2014).

Apalagi, ujarnya, jika harga sawit tetap bertahan tinggi hingga akhir 2014.

“Jika harga CPO bisa tetap berada di kisaran 2.700—2.900 ringgit per metrik ton, akan meningkatkan gross margin,” kata Richard.

Berada di harga tersebut, ujarnya, memungkinkan. Mengingat adanya peningkatan permintaan CPO untuk biodiesel di Malaysia dan Indonesia, serta perbaikan ekonomi China yang memberikan prospek tetap tingginya permintaan sawit.

Richard mengemukakan saham bluechip sawit antara lain adalah PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Astra Agro lestari Tbk (AALI), dan PT BW Plantation Tbk (BWPT).

Pergerakan saham sawait hari ini, Selasa (18/2/2014) 

Saham

% Naik

Harga (Rp)

Waktu (WIB)

LSIP

+1,57

1.935

11.47

AALI

+1,75

23.300

11.48

BWPT

+0,38

1.320

11.49

Sumber: Bloomberg, 2014 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sawit minyak sawit
Editor : Linda Teti Silitonga
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top