Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Jagung Terkerek Ekspor AS

Harga jagung meneruskan kenaikan bulanan pertamanya sejak Agustus dan menanjak ke level tertinggi dalam 3 pekan terakhir. Penguatan ini menyusul peningkatan permintaan pada AS, produsen terbesar di dunia.
Ardhanareswari AHP
Ardhanareswari AHP - Bisnis.com 03 Februari 2014  |  17:58 WIB
 Pedagang Jagung - Jibi
Pedagang Jagung - Jibi

Bisnis.com, MELBOURNE - Harga jagung meneruskan kenaikan bulanan pertamanya sejak Agustus dan menanjak ke level tertinggi dalam 3 pekan terakhir. Penguatan ini menyusul peningkatan permintaan pada AS, produsen terbesar di dunia.

Harga kontrak jagung untuk pengiriman Maret tercatat naik 0,4% menjadi US$4,35 per bushel di Chicago Board of Trade (CBOT) pada perdagangan Senin (3/2/2014) petang. Angka tersebut adalah yang tertinggi sejak 13 Januari. Adapun selama Januari harga jagung tercatat naik 2,8%.

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) mengatakan ekspor jagung AS ke Spanyol akan mencapai 110.000 ton pada 31 Agustus.  Sebelumnya, Spanyol juga membeli jagung sebesar 110.000 ton  dari AS.

Selain itu ada pula ekspor dengan volume di atas 250.000 ton ke sejumlah tempat yang belum disebutkan secara rinci.

Analis dari Commonwealth Bank of Australia Luke Mathews mengatakan pada Bloomberg, permintaan terus menopang nilai jagung. Data USDA juga menunjukkan produksi jagung global bakal mencapai 966,9 ton selama periode 2013-2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga jagung

Sumber : Bloomberg

Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top