Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpaan Isu Tapering Lemahkan IHSG Pekan Ini

Terpaan isu pengurangan stimulus AS (tapering) membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) merosot sebesar 1,92% sepanjang pekan ini, sementara hampir seluruh indeks Asia Tenggara melemah kecuali Malaysia.
/Bisnis
/Bisnis

Data Indeks Pekan Lalu

     
WaktuNett Buy/Sell VolumeNilaiFrekuensi
(miliar rupiah)(miliar)(triliun rupiah)(kali)
Jumat-Rp718.802.714.0004.232.660.411Rp4.275.376.237.750120.385
Kamis-Rp546.533.083.5003.537.845.555Rp4.064.969.701.372116.020
RabuRp78.164.496.9605.764.030.736Rp4.241.297.747.685124.635
Selasa-Rp48.513.767.3654.252.588.789Rp3.886.890.409.915118.603
SeninRp85.771.155.4805.389.426.931Rp4.804.520.549.674129.454
Total-Rp1.149.913.912.425Rp23.176.552.422Rp21.273.054.646.396Rp609.097
Rerata-Rp229.982.782.485Rp4.635.310.484Rp4.254.610.929.279Rp121.819
     
Data Indeks Pekan Ini
     
WaktuNett Buy/Sell VolumeNilaiFrekuensi
(miliar rupiah)(miliar)(triliun rupiah)(kali)
Jumat-Rp341.197.677.3154.183.502.693Rp4.514.900.005.675109.485
Kamis-Rp390.543.920.0004.167.247.394Rp4.472.629.986.430111.038
RabuRp171.761.935.1504.487.689.748Rp4.443.094.620.629111.728
SelasaRp53.549.818.6005.850.714.338Rp6.303.373.053.080143.352
SeninRp92.871.560.0003.230.325.377Rp3.975.615.854.230107.504
Total-Rp413.558.283.565Rp21.919.479.550Rp23.709.613.520.044Rp583.107
Rerata-Rp82.711.656.713Rp4.383.895.910Rp4.741.922.704.009Rp116.621
     
     
Pertumbuhan -5,4211,45-4,27
Rerata (%)    
     
Indeks Akhir Pekan Lalu4.256,44  
Indeks Akhir Pekan Ini4.174,83  
Pertumbuhan (%)-1,92  

Keterangan: Nett Buy/Nett Sell dilakukan investor asing

Sumber: Bursa Efek Indonesia, diolah

Bisnis.com, JAKARTA—Terpaan isu pengurangan stimulus AS (tapering) membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) merosot sebesar 1,92% sepanjang pekan ini, sementara hampir seluruh indeks Asia Tenggara melemah kecuali Malaysia.

Di kawasan Asia Tenggara, indeks Thailand memimpin pelemahan secara year to date sebesar 3,65%, disusul Indonesia 3,29%, Singapura 3,19%, dan Filipina yang turun 0,78%. Sementara indeks Malaysia diketahui menguat 8,96%.

Kepala Riset PT First Asia Capital David Sutyanto mengatakan merebaknya isu tapering tersebut bukan tanpa alasan, hal itu karena beberapa data ekonomi AS menunjukkan perbaikan. Bahkan beberapa data tersebut di atas ekspektasi konsensus.

Berdasarkan pantauan Bisnis, beberapa data ekonomi AS yang tercatat di atas ekspektasi adalah retail sales bulanan yang berada di level 0,7%, padahal konsensus memprediksi sebesar 0,6%, selain itu federal budget balance yang diprediksi sebesar minus US$142,6 miliar nyatanya defisit US$135,2 miliar.  

“Data ekonomi AS yang berada di atas ekspektasi konsensus memang mengejutkan pasar dan membuat pemodal asing melakukan aksi jual yang masif selama 2 hari terakhir,” ujar David kepada Bisnis, Jumat (13/12/13) malam.

Menurut data yang dihimpun Bisnis, dalam 2 hari terakhir asing mencetak aksi jual bersih (nett sell) Rp731,74 miliar. Adapun jika diakumulasi selama sepekan, investor asing mencetak nett sell sebesar Rp413,55 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Padahal pada 3 hari perdagangan pertama minggu ini pemodal asing mencetak aksi beli bersih sebanyak Rp318,18 miliar. Lebih lanjut, secara rerata pemodal asing mencetak nett sell sebesar Rp82,71 miliar, turun dari pekan lalu yang mencatat rerata nett sell Rp229,98 miliar.

Lebih lanjut, David merasa BI rate yang tidak naik nyatanya tidak membuat pasar modal Indonesia mulai percaya diri dan melakukan aksi beli. Menurutnya salah satu yang menjadi penyebab lemahnya bursa Indonesia adalah masih dominannya porsi asing.

“Meski biasanya menjelang akhir tahun ada window dressing [perbaikan portofolio saham], tetapi isu tapering kali ini membuat pasar masih menahan diri,” katanya.

Adapun rerata volume perdagangan selama sepekan sebanyak 4,38 miliar saham, anjlok 5,42% dari minggu sebelumnya. Namun rerata nilai transaksi sepekan naik 11,45% menjadi sebesar Rp4,74 triliun.

Pada perdagangan Jumat lalu, IHSG ditutup melemah 0,89% ke 4.174,83 dari hari sebelumnya. Perdagangan tercatat dengan frekuensi 120.385 transaksi yang mencetak total volume di pasar reguler dan negosiasi sebesar 4,23 miliar saham. Investor asing mencetak nett sell Rp718,80 miliar di kedua pasar tersebut.

Sementara dari pergerakan sektoral, selama sepekan ini sektor agrikultur tercatat memiliki performa terkinclong. David menambahkan, sektor infrastruktur juga memperlihatkan pergerakan yang apik.

“Kalau agrikultur mampu menguat karena sentimen positif dolar AS yang menguat dan harga CPO yang menanjak, sementara infrastruktur karena proyeksinya bagus,” ungkap David.

Lebih lanjut, pergerakan bursa saham regional Asia mayoritas tercatat menguat, indeks Hang Seng Hong Kong tercatat menguat 0,12%, indeks Nikkei Jepang menanjak 0,40%, tetapi indeks Straits Times Singapura naik 0,23%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Giras Pasopati
Editor : Ismail Fahmi

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper