Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Jasa Marga (JSMR) di Bawah Target, tapi Sesuai Ekspektasi Pasar

Operator jalan pelat merah PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) membukukan laba bersih sebesar Rp1,02 triliun hingga kuartal III/2013 atau anjlok 15,1% dari realisasi periode yang sama tahun lalu Rp1,2 triliun.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 31 Oktober 2013  |  19:23 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Operator jalan pelat merah PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) membukukan laba bersih sebesar Rp1,02 triliun hingga kuartal III/2013 atau anjlok 15,1% dari realisasi periode yang sama tahun lalu Rp1,2 triliun.

Pencapaian itu sejalan dalam ekspektasi, tetapi masih 23% di bawah target konsensus. Berdasarkan riset PT Mandiri Sekuritas, saat semua ruas tol lain sudah dapat menaikkan tarif, Jasa Marga berharap tol dalam kota Jakarta akan dinaikkan November 2013.

Beberapa faktor risiko kunci pada saham perseroan adalah kenaikan upah, tertundanya penyelesaian jalan tol, kenaikan tarif yang lebih rendah dari prediksi, dan kompetisi dengan transportasi publik yang akan berdampak negatif pada bisnis dan kinerja keuangannya.

Direktur Keuangan Jasa Marga Reynaldi Hermansjah menuturkan kinerja negatif tersebut disebabkan beban usaha yang memberatkan kondisi keuangan perseroan.

Pada periode Januari—September 2013, total beban usaha membengkak 58,2% menjadi Rp5,03 triliun dari sebelumnya hanya Rp3,18 triliun.

“Beban usaha yang tinggi menjadikan laba usaha turun tipis 7,7% dari Rp2,2 triliun menjadi Rp2,03 triliun,” ujarnya, Kamis (31/10).

Untuk menghadapi tantangan pertumbuhan lalu lintas yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan panjang jalan tol, Jasa Marga melakukan berbagai upaya peningkatan pelayanan lalu lintas, khususnya dengan mengoperasikansecara maksimal seluruh gardu pada ruas-ruas utama Jasa Marga di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Bandung.

Konsekuensi dari peningkatan pelayanan lalu lintas ini adalah meningkatnya beban operasi, termasuk di dalamnya peningkatan jumlah karyawan.

Selain faktor di atas, penyesuaian upah minimum regional (UMR) dan bahan bakar minyak (BBM) turut memengaruhi struktur biaya Jasa Marga.

Padahal, Jasa Marga membukukan pendapatan Rp7,06 triliun atau melesat 31,1% dari realisasi kuartal III tahun lalu Rp5,38 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jasa marga tol jagorawi
Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top