Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BURSA NEW YORK: Saham AS Merosot, Obligasi Italia dan Spanyol Meningkat

Bisnis.com, NEW YORK - Saham AS jatuh karena peritel Macy Inc melorot setelah mengurangi proyeksi laba dan ekonom memperkirakan Federal Reserve akan mengurangi pembelian aset pada bulan depan. Obligasi Italia dan Spanyol naik dengan saham Eropa seiring

Bisnis.com, NEW YORK - Saham AS jatuh karena peritel Macy Inc melorot setelah mengurangi proyeksi laba dan ekonom memperkirakan Federal Reserve akan mengurangi pembelian aset pada bulan depan. Obligasi Italia dan Spanyol naik dengan saham Eropa seiring dengan keluranya kawasan euro keluar resesi terpanjang.

The Standard & Poor 500 tergelincir 0,5% menjadi 1,685.39 pada pukul 4 sore di New York, dengan volume perdagangan sekitar 22% di bawah rata-rata 100 hari. Yield 10-tahun Italia turun 5 basis poin menjadi 4,18% dan Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,3% untuk kenaikan berturut-turut.

Pound rebound dari penurunan 3 hari karena klaim pengangguran Inggris turun lebih dari perkiraan analis pada Juli. Imbal hasil Treasury sedikit berubah mendekati level tertinggi tahun ini. Saham dan obligasi Mesir tergelincir seeiring dengan peningkatan kekerasan politik.

The Fed, yang dipimpin oleh Ben S. Bernanke, kemungkinan mengurangi pembelian obligasi bank sentral bulanan senilai US$ 85 miliar pada bulan depan, menurut 65% ekonom yang disurvei oleh Bloomberg.

Sementara itu, produk domestik bruto (PDB) zona euro meningkat 0,3% pada kuartal kedua dari 3 bulan sebelumnya, setelah Jerman dan Prancis melaporkan pertumbuhan yang lebih cepat kuartal kedua.

"Pasar akan menghadapi pengurangan stimulus fiskal the Fed pada bulan September," kata Douglas Cote, kepala strategi pasar di ING Investment Management AS di New York, dalam sebuah wawancara telepon.

Perusahaannya mengawasi US$ 190 miliar. "Pelonggaran kuantitatif menciptakan beberapa kelebihan dalam sistem keuangan. Hal terakhir yang ingin Bernanke lakukan saat selesai masa jabatannya adalah bertanggung jawab atas gelembung berikutnya. "

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Fatkhul-nonaktif
Editor : Fatkhul Maskur
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper