Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kerugian Bukit Darmo Property Bengkak 68%

BISNIS.COM, JAKARTA-- PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) menderita kerugian sepanjang kuartal I/2013 sebesar Rp11,63 miliar, membengkak 68,5% dibandingkan dengan catatan kerugian perseroan pada kuartal I/2012 sebesar Rp7 miliar.Kendati pendapatan perseroan
Amri Nur Rahmat
Amri Nur Rahmat - Bisnis.com 24 Juni 2013  |  22:01 WIB
Kerugian Bukit Darmo Property Bengkak 68%
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA-- PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) menderita kerugian sepanjang kuartal I/2013 sebesar Rp11,63 miliar, membengkak 68,5% dibandingkan dengan catatan kerugian perseroan pada kuartal I/2012 sebesar Rp7 miliar.

Kendati pendapatan perseroan kuartal I/2013 tumbuh 12,52% menjadi Rp2 miliar, melonjaknya beban pokok penjualan hingga 73,54% sebesar Rp4,8 miliar memperburuk posisi rugi bersih perusahaan yang berbasis di Surabaya tersebut.

Selain itu, tingginya beban operasional, administrasi dan beban keuangan serta beban lainnya yang secara kumulatif mencapai Rp8,51 miliar semakin menekan kinerja keuangan perseroan.

Dari sisi beban pajak, perseroan juga melaporkan kewajiban pajak penghasilan untuk periode Januari-Maret 2013 sebesar Rp613 juta, naik 162% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp234,3 juta.

"Pajak penghasilan [PPh] dari transaksi pengalihan harta berupa tanah dan [atau] bangunan, usaha jasa kontruksi, usaha real estat, dan persewaan tanah dan bangunan," tulis Direktur Utama BKDP, Philip Tonngoredjo, melalui keterbukaan informasi pada otoritas bursa, Senin (24/6/2013).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten properti bukit darmo property
Editor :
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top