Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

EMITEN TEKSTIL : UNITEX Dapat Suntikan Modal

Pabrik TekstilBISNIS.COM, JAKARTA-- Kendati terus merugi dalam dua tahun terakhir, perusahaan tekstil multinasional PT Unitex Tbk memastikan bakal terus beroperasi setelah pemegang saham mayoritas asal Jepang, Unika Limited, memberikan dukungan finansial

Pabrik Tekstil

BISNIS.COM, JAKARTA-- Kendati terus merugi dalam dua tahun terakhir, perusahaan tekstil multinasional PT Unitex Tbk memastikan bakal terus beroperasi setelah pemegang saham mayoritas asal Jepang, Unika Limited, memberikan dukungan finansial kepada perseroan.

Adapun, kinerja keuangan emiten berkode saham UNTX itu sepanjang tahun lalu merugi US$1,23 juta, membengkak 68% dibandingkan tahun sebelumnya US$731.592.

Selain itu, posisi liabilitas jangka pendek perseroan per 31 Maret 2013 sebesar US$35 juta yang tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan total aset perseroan sebesar US$18,5 juta, semakin memperburuk kondisi keuangan perseroan.

Taizo Ishida, Presiden Direktur Unitex, mengungkapkan jika perseroan bahkan telah menerima pernyataan tertulis dari Unika Limited tertanggal 11 Januari 2013 yang bakal terus memberikan suntikan modal agar operasional perusahaan terus berjalan.

"Untuk meperbaiki kondisi operasi dan keuangan, perusahaan secara berkelanjutan menganalisa profitabilitas pada setiap produk maupun pelanggan. Serta berkonsentrasi pada tipe-tipe produk yang mempunyai tingkat profitabilitas yang tinggi dan menguntungkan," ujarnya kepada otoritas bursa, Jum'at (21/6/2013).

Taizo menambahkan, perseroan juga akan berupaya menekan ongkos produksi dengan menurunkan biaya energi dengan mengganti mesin dan peralatan tertentu yang dapat menghemat konsumsi energi seperti lampu LED, boiler, dryer, kompresor dan chiller.

Sementara dari sisi penjualan, penetrasi pada pasar ekspor bakal dilakukan dengan menyasar pelanggan di kawasan Eropa dan Jepang untuk mendapatkan pesanan kembali dari pelanggan lama, namun juga tetap memonitor pasar dalam negeri.

Adapun kinerja keuangan hingga kuartal I/2013, meski membukukan pendapatan yang naik 14% menjadi US$4,6 juta, namun perseroan masih mencatatkan rugi usaha sebesar US$145.585 seiring dengan beban operasonal dan beban penjualan yang terus melonjak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Amri Nur Rahmat
Editor : Martin-nonaktif
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper