Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

SERAT OPTIK: Jembo Cable Incar Pasar Brunei

BISNIS.COM, JAKARTA—Produsen kabel listrik dan serat optik PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) menjajaki ekspansi pasar ke Brunei Darussalam, dengan menggandeng perusahaan telekomunikasi milik pemerintah negara itu.

BISNIS.COM, JAKARTA—Produsen kabel listrik dan serat optik PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) menjajaki ekspansi pasar ke Brunei Darussalam, dengan menggandeng perusahaan telekomunikasi milik pemerintah negara itu.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Jembo Cable Antonius Benady mengatakan mitra dari Brunei sudah berkunjung ke Indonesia pada Maret lalu dan melakukan pembicaraan dengan perseroan.

“Saat ini kami menjual serat optik ke Telkom untuk proyek FTTH [Fiber-To-The-Home]. Selain itu, kami juga mengincar ke pasar yang lain, seperti ke Telkom-nya Brunei tetapi sejauh ini masih tahap pembicaraan,” ujarnya dalam paparan publik, Selasa (18/6/2013).

Dia enggan merinci kemungkinan nilai kontrak dari kerja sama itu. Perseroan juga masih harus melihat besaran margin karena sebenarnya pasar ekspor saat ini tidak begitu menarik. Tahun ini, kegiatan ekspor relatif rutin misalnya untuk klien eksisting di Singapura.

 “Tahun lalu, porsi ekspor kami hanya 8% dan tahun ini kami proyeksikan ekspor juga tidak begitu banyak karena marginnya tidak begitu besar dibandingkan dengan pasar dalam negeri,” ujarnya.

Tahun ini, perseroan mengincar pendapatan hingga Rp1,613 triliun, sementara realisasi kuartal I/2013 baru Rp283 miliar atau sekitar 17,5%. Dari sisi laba bersih, tahun ini targetnya Rp68,9 miliar, sementara realisasi kuartal I/2013 baru Rp12,8 miliar atau sekitar 18,6%.

“Pencapaian pada kuartal pertama baru Rp283 miliar, jadi memang tahun ini persaingan kabel di domestik cukup ketat. Di PLN misalnya, pengadaan kabel ada yang pakai dana PLN sendiri, ada yang pakai APBN. Yang pakai dana PLN sendiri itu kami banyak kalah [tender] karena harganya ketat sekali,” jelas Anton.

Dari pendapatan kuartal I/2013 sebesar Rp283 miliar, kontribusi paling besar masih dari penjualan ke distributor 40,7%, selanjutnya ke swasta termasuk free market 31,8%, ke PLN 14,8%, ke Telkom 7,9%, dan ekspor 4,8%. Namun pada akhir tahun, komposisi penjualan ke PLN dan Telkom akan naik.

“Pengadaan kabel PLN yang pakai dana APBN, ada yang untuk program lisdes [listrik pedesaan]. Ini biasanya terjadi setelah kuartal I. Mulai April lalu, PLN banyak order ke kami. Di samping itu, proyek pemasangan fiber optik milik Telkom, itu kami belum lakukan penagihan, jadi belum kami catat sebagai penjualan. Kalau sudah dicatat, ini nilainya signifikan,” jelasnya.

Perseroan menganggarkan belanja modal tahun ini Rp25 miliar, yang hingga saat ini baru terserap 30%—40%. Seluruh dana itu diambil dari kas internal. Adapun dalam RUPS yang diselenggarakan sebelum paparan publik ini, pembagian dividen disetujui sebesar Rp120 per lembar saham untuk 151,2 juta saham atau total Rp18,14 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor :
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper