Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

HARGA TEMBAGA: Freeport Force Majeure, Langsung Melonjak

BISNIS.COM, TOKYO—Tembaga rebound dari level terendah dalam satu bulan setelah Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc (FCX) menyatakan force majeure pada pengiriman dari tambang terbesar kedua dunia dari logam di Indonesia, membuat nilai logam
Giras Pasopati
Giras Pasopati - Bisnis.com 13 Juni 2013  |  19:31 WIB

BISNIS.COM, TOKYO—Tembaga rebound dari level terendah dalam satu bulan setelah Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc (FCX) menyatakan force majeure pada pengiriman dari tambang terbesar kedua dunia dari logam di Indonesia, membuat nilai logam industri naik.

Tembaga untuk pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 1% menjadi US$7.190 per ton dan berada di US$7.156.75 pada Kamis pukul 11.33 di Tokyo. Harga menyentuh US$7.020 pada Rabu lalu, terendah sejak 3 Mei. Adapun, tembaga untuk pengiriman Juli di Comex sedikit berubah pada US$3,227 per pon.

Freeport menyatakan force majeure dalam pengiriman setelah kecelakaan di tambang Grasberg pada 14 Mei menewaskan 28 pekerja. Force majeure adalah klausa dalam kontrak yang dikeluarkan oleh pemasok komoditas ketika mereka tidak dapat memenuhi kewajiban karena keadaan di luar kendali mereka.

David Lennox, analis Fat Prophets di Sydney mengatakan, Grasberg adalah tambang produksi besar tembaga di dunia, dan yang pasti akan berdampak pada pasokan.

Freeport mengatakan, pemberhentian operasi di Grasberg telah mengurangi produksi sekitar 3 juta pon tembaga (1.361 ton) dan 3.000 ons emas per hari. Menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg, jumlah itu setara dengan sekitar 2,9% dari rata-rata produksi tembaga harian global tahun ini. Unit operasi di Indonesia kehilangan sekitar 80 juta pon tembaga dan 80.000 ons produksi emas antara 15 Mei dan 11 Juni.

Adapun tembaga untuk pengiriman Oktober di Shanghai Futures Exchange melemah 2,3% menjadi 51.850 yuan (US$8.447) per ton, perdagangan dilanjutkan setelah libur 3 hari.

Di LME, nikel naik untuk pertama kalinya dalam 7 hari. Setelah Rabu lalu jatuh ke level terendah sejak Juli 2009 karena data dari bursa menunjukkan stok naik ke rekor. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komoditas tembaga

Sumber : Bloomberg

Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top