Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EMITEN PROPERTI: BSD Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Tahap II Rp1,5 Triliun

BISNIS.COM,JAKARTA -- PT Bumi Serpong Damai Tbk menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap II/2013 senilai Rp1,5 triliun dengan kupon indikatif 8%-9%. Menurut sumber Bisnis,emiten properti milik Grup Sinarmas itu menawarkan surat utang dalam 1 seri dengan
Lavinda
Lavinda - Bisnis.com 02 Mei 2013  |  19:21 WIB
EMITEN PROPERTI: BSD Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Tahap II Rp1,5 Triliun
Bagikan

BISNIS.COM,JAKARTA -- PT Bumi Serpong Damai Tbk menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap II/2013 senilai Rp1,5 triliun dengan kupon indikatif 8%-9%.

Menurut sumber Bisnis,emiten properti milik Grup Sinarmas itu menawarkan surat utang dalam 1 seri dengan tenor 5 tahun dan tingkat imbal hasil di kisaran 8%-9%.

“Mereka sudah bookbuilding [melakukan penawaran awal] sejak 29 April sampai 13 Mei nanti,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis(2/5).

Penentuan tingkat kupon indikatif disesuaikan dengan peringkat utang perseroan yang berada di level AA- dengan prospek stabil.

Pada tahun lalu, perseroan telah menerbitkan obligasi PUB tahap pertama senilai Rp1 triliun, dari total PUB yang senilai Rp3 triliun. Dengan begitu, Bumi Serpong masih menyisakan raihan target dana Rp500 miliar yang masih bisa diperoleh jika melakukan penawaran obligasi tahap III paling lambat tahun depan.

Bertindak sebagai penjamin emisi yakni PT Sinarmas Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Indo Premier Securities, dan PT BCA Sekuritas.

Selain menerbitkan obligasi berkelanjutan, perseroan juga berencana menambah modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non HMETD) senilai 10% dari total modal disetor.

Sekretaris Perusahaan Hermawan Widjaja menyampaikan akan meminta persetujuan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 30 Mei mendatang.

Seluruh raihan dana aksi korporasi perseroan akan digunakan untuk membiayai ekspansi usaha yang setiap tahun tercatat sekitar Rp3 triliun. Perseroan berencana meningkatkan cadangan lahan dengan mengakuisisi sejumlah lahan di luar Jawa, seperti Balikpapan, Samarinda, dan Manado.

Perseroan telah mengakuisisi lahan sekitar 200 hektare di Palembang, 150 ha di Samarinda. Akuisisi senilai Rp115 miliar untuk lahan seluas 14 ha di Manado sudah terealisasi.

Pada Maret lalu, Bumi Serpong juga telah mengakuisisi lahan strategis seluas 3 ha di kawasan segitiga emas Kuningan milik PT Bakriland Development Tbk senilai Rp868,93 miliar.

 

Berdasarkan laporan keuangan, perseroan membukukan kenaikan laba bersih mencapai 369,1% sepanjang kuartal I/2013 menjadi Rp1,24 triliun, dari periode yang sama tahun lalu Rp265,04 miliar. Sejalan dengan itu, pendapatan perseroan tumbuh 159,6% menjadi Rp2,07 triliun.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah menaikkan peringkat utang perseroan dan obligasi PUB senilai total Rp3 triliun menjadi AA- dari semula A+, didorong proteksi arus kas perusahaan yang menguat.

Lembaga pemeringkat nasional itu membubuhkan prospek stabil kepada Bumi Serpong. Hal ini mencerminkan posisi bisnis perseroan yang kuat di industri properti, kepemilikan produk yang beragam dan cakupan wilayah yang luas.

Namun, peringkat dibatasi oleh ketergantungan yang tinggi pada penjualan properti yang sensitif terhadap kondisi makro ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi properti bsd pefindo
Editor : Bambang Supriyanto
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top