Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Penerbitan Obligasi Korporasi Melonjak

BISNIS.COM,  JAKARTA-Penerbitan obligasi korporasi pada kuartal pertama 2013 tercatat Rp14,62 triliun, atau melonjak 35,37% dari total pencatatan obligasi pada periode yang sama 2012 senilai Rp10,8 triliun
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 03 April 2013  |  22:13 WIB
Penerbitan Obligasi Korporasi Melonjak
Bagikan

BISNIS.COM,  JAKARTA-Penerbitan obligasi korporasi pada kuartal pertama 2013 tercatat Rp14,62 triliun, atau melonjak 35,37% dari total pencatatan obligasi pada periode yang sama 2012 senilai Rp10,8 triliun

Terdapat 15 surat utang dari 13 korporasi terbit pada tiga bulan pertama tahun ini. Menurut jenisnya, sebanyak 11 surat utang melalui skema penerbitan berkelanjutan, tiga seri sukuk, dan satu obligasi konvensional.

Berdasarkan sektor, sebanyak empat korporasi merupakan lembaga perbankan, lima lembaga pembiayaan, dua perusahaan konstruksi, satu  lembaga keuangan, dan satu emiten energi.

Sementara itu, pada kuartal pertama tahun lalu hanya 6 korporasi yang menerbitkan surat utang, yakni PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Maluku, PT Surya Artha Nusantara Finance, Perum Pegadaian, PT Astra Sedaya Finance, dan PT Bank Bukopin Tbk.

Analis PT Lembaga Penilai Harga Efek Indonesia (Indonesia Bond Pricing Agency /IBPA) Fakhrul Aufa mengatakan sebagian perusahaan sudah memperkirakan ancaman inflasi yang bisa berpengaruh pada tingkat imbal hasil (yield).

“Jadi mereka banyak yang mempercepat pelaksanaannya agar cost of fund [biaya pendanaan] lebih murah, itu strategi yang tepat,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (3/4/2013).

Dari sisi investor, lanjutnya, beberapa pemilik dana menghindari risiko dengan membeli instrumen obligasi awal tahun. Sebagian investor lain yang menyukai risiko lebih memilih menunggu yield naik untuk mengambil peluang keuntungan.

“Ada dua tipe investor. Lembaga asuransi dan manajer investasi yang punya target return tinggi lebih suka menunggu kupon yang besar di kuartal kedua atau ketiga nanti,” katanya.(msb)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obligasi korporasi lembaga penilai harga efek indonesia manajer investasi

Sumber : Lavinda

Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top