Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BURSA AS: Masih Juga Nyungsep Di Sesi Penutupan, Saham Oracle Turun 9,7%

BISNIS.COM,NEW YORK -- Kekhawatiran soal utang Eropa benar-benar jadi pertimbangan serius pelaku pasar di Bursa New York, AS, saham Oracle Corp. makin terjerumus turun 9,7% pada sesi penutupan pasar.

BISNIS.COM,NEW YORK -- Kekhawatiran soal utang Eropa benar-benar jadi pertimbangan serius pelaku pasar di Bursa New York, AS, saham Oracle Corp. makin terjerumus turun 9,7% pada sesi penutupan pasar.

Indeks Standard & Poor's 500 juga masih melanjutkan tren loyo, turun 0,8% setelah pada sesi siang turun 0,4%.

Estimasi data ekonomi AS benar-benar dipandang sebelah mata oleh para investor di Wall Street.

Saham sektor teknologi informasi lainnya yang turun adalah  Cisco Systems Inc. and Juniper Networks Inc., masing-masing 2,2% akibat penurunan peringkat oleh analis. 

Saham produsen pakaian  Guess? Inc. juga turun drastis, yakni 7,2% karena prakiraan pendapatan usaha meleset.

Untungnya, masih ada saham yang mencatatjan kenaikan, yakni Yahoo! Inc. sebesar 3,5 % lantaran Oppenheimer & Co. menaikkan rating saham.

Indeks S&P 500 meluncur turun 0,8% ke level 1.545,8 pada pukul pukul 4 sore waktu New York, yang merupakan penurunan kali akhir pekan kedua dalam tahun ini.

Indeks Dow Jones Industrial menderita kerugian 90,24 poin, atau 0,6% ke 14.421,29. Hanya sekitar 5,9 miliar saham diperdagangkan di bursa hari ini, atau 6,7% di bawah rata-rata 3 bulanan. (Bloomberg)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Others
Sumber : Newswire
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper