Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Harga Emas Berjangka Merosot Di Bawah US$1.600/Ounce

NEW YORK-Harga emas berjangka merosot di bawah US$1.600/ounce untuk pertama kalinya sejak Agustus karena sinyal pada ekonomi terkini AS. Investor mengikis permintaan untuk logam mulia sebagai alternatif investasi.
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 16 Februari 2013  |  10:26 WIB
Harga Emas Berjangka Merosot Di Bawah US$1.600/Ounce
Bagikan

NEW YORK-Harga emas berjangka merosot di bawah US$1.600/ounce untuk pertama kalinya sejak Agustus karena sinyal pada ekonomi terkini AS. Investor mengikis permintaan untuk logam mulia sebagai alternatif investasi.

Laporan terpisah menunjukkan pada Februari, manufaktur di kawasan New York tidak diduga berekspansi dan kepercayaan konsumen naik ke level tertinggi dalam 3 bulan.

Data pemerintah menunjukkan Miliarder George Soros dan Louis Moore Bacon sebelumnya memangkas kepemilikan saham mereka di produk-produk yang diperdagangkan di bursa yang didukung oleh emas pada kuartal IV. Indeks S&P 500 telah naik 6,3% pada tahun ini, sementara emas telah turun 4%.

“Perekonomian yang membaik dan pasar saham yang naik, jadi orang-orang tidak menginginkan emas,” kata Michael Gayed, Kepala Investasi Pension Partners LLC yang berbasis di New York seperti dikutip Bloomberg, Sabtu (16/2).

“Tidak ada yang menginginkan berinvestasi di safe haven aset”.

Harga emas untuk pengiriman April merosot 1,6% ke level penutupan US$1.609,50 pada pukul 1.37 sore di Comex New York.

Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level US$1.596,70, level terendah untuk kontrak teraktif sejak 15 Agustus 2012. Pada pekan ini, harga logam telah turun 3,4%, level terendah sejak Juni 2012. (Bloomberg/yus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas new york soros comex

Sumber : Achmad Aris

Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top