Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARGA JAGUNG jatuh ke level terendah

News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 Januari 2013  |  18:13 WIB
SINGAPURA:  Harga jagung turun ke level terendah dalam kurun lebih dari sepekan berawal dari kekhawatiran akan kekurangan penggunaan gandum untuk produksi etanol, yang sudah anjlok sejak 2010.
 
Di Chicago Board of Trade, kontrak jagung pengiriman Maret kehilangan 0,7% menjadi US$7,16 per bushel, harga termurah paling aktif sejak 14 Januari, yakni berada di US$7,165 kemarin siang di Singapura. Komoditas naik 2,6% tahun ini, memperpanjang kenaikan 8% pada 2012.
 
Pekan lalu, pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan produksi etanol turun sampai 784 ribu barel per hari pada pekan yang berakhir 11 Januari, merupakan level terendah sejak Departemen Energi mendata statistik mingguan Juni 2010. Data itu jatuh tempo hari ini.
 
“Malam ini pasar akan fokus pada laporan mingguan produksi etanol AS untuk menandai rasio permintaan jagung,” kata Luke Mathews, analis Commonwealth Bank of Australia, Kamis (24/1).
 
Departemen Pertanian AS memperkirakan pada 11 Januari produsen etanol akan menggunakan sekitar 4,5 miliar bushel jagung, atau sekitar 42% hasil panen jagung nasional 2012. (Bloomberg/41/ra)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Rustam-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top