Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

NILAI TUKAR RUPIAH: Pertamina & PLN dapat pinjaman asing, rupiah ikut aman

MEDAN: Bank Indonesia memproyeksikan langkah Pertamina dan PLN memperoleh valuta asing dari Bank Indonesia melalui tiga perbankan BUMN, secara tidak langsung dapat menjaga nilai tukar rupiah pada level Rp9.400 hingga Rp9.600.
- Bisnis.com 21 Januari 2013  |  09:46 WIB

MEDAN: Bank Indonesia memproyeksikan langkah Pertamina dan PLN memperoleh valuta asing dari Bank Indonesia melalui tiga perbankan BUMN, secara tidak langsung dapat menjaga nilai tukar rupiah pada level Rp9.400 hingga Rp9.600.


Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution telah menyatakan komitmennya untuk menyediakan valas kepada tiga perbankan pelat merah tersebut yakni PT Bank Negara Indonesia, Tbk; PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk; dan PT Bank Mandiri, Tbk sehingga ketiganya tidak perlu membeli di pasar uang.


Pasalnya, tiga bank tersebut merupakan pemasok utama pengadaan dolar untuk Pertamina yang menyerap lebih dari 1/3 kebutuhan valas secara nasional untuk impor BBM, termasuk PT PLN.


Sebelumnya, ujar Darmin, Pertamina dan PLN memang sudah diminta untuk membeli valas di tiga bank BUMN, namun bank-bank tersebut baru meminta pasokan valas dari BI jika valas yang ada di pasar uang dianggap masih kurang. Namun sejak Rabu, (16/1) BI dan Kementerian BUMN telah memperkuat langkah-langah agar ketiga bank tersebut hanya membeli dari Bank Sentral.


Dengan demikian, stock valas yang ada di pasar uang lebih terjamin dan dipergunakan untuk menutupi kebutuhan para importir atau swasta yang membayar utang ke luar negeri, apalagi saat ini posisi pinjaman swasta di luar negeri mencapai sekitar US$123 miliar.


Hal ini, sambungnya dilakukan agar tidak terjadi gejolak di pasar uang yang pada akhirnya dapat menjaga nilai tukar rupiah sehingga tidak terlalu lemah dan tidak terlalu kuat.


“Tiga Bank BUMN tersebut sekarang jangan lagi mencari valas di pasar uang, tapi langsung ke BI, kami akan menyediakan. Ini bisa menjadi salah satu cara untuk menghindari gejolak pasar sehingga dapat  mempertahankan nilai tukar rupiah Rp9.400 hingga Rp9.600,” ucapnya usia melantik Hari Utomo sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX (Sumatera Utara dan Aceh), Jumat (18/1).


Menurutnya, aturan main untuk jual beli valas di Bank Sentral sudah diatur dengan baik begitu pula nilai kurs yang diperdagangkan. “Kursnya harus sesuai dengan yang terjadi di pasar pada jam tertentu, nggak boleh ditentukan sendiri oleh BI. Tapi saya tidak bisa bilang kursnya,” ujar dia.


Selain itu, BI juga membuat mekanisme yang harus dipenuhi oleh Pertamina untuk mendapatkan valas secara tidak langsung kepada BI melalui tiga bank BUMN tersebut yakni menyerahkan rencana pembelian dan kebutuhannya selama sebulan ke depan.


“Tentu ada prosedur sehingga bisa sah dan tidak bisa diubah begitu saja. Pertamina harus sudah menyampaikan kebutuhannya selama sebulan ke depan sehingga BI dapat menyediakan valas yang dibutuhkan.” (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aprika Rani Hernanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top