Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TRANSAKSI BEI: Volume Perdagangan Diprediksi Turun Akibat Banjir

JAKARTA -- Volume perdagangan di pasar modal hari ini diperkirakan turun akibat banjir di Ibukota yang mempersulit pekerja datang ke kantor dan memaksa kantor libur.Riset harian Bahana Securities menjelaskan sejumlah dampak banjir terhadap pasar saham
- Bisnis.com 17 Januari 2013  |  13:34 WIB

JAKARTA -- Volume perdagangan di pasar modal hari ini diperkirakan turun akibat banjir di Ibukota yang mempersulit pekerja datang ke kantor dan memaksa kantor libur.

Riset harian Bahana Securities menjelaskan sejumlah dampak banjir terhadap pasar saham termasuk volume transaksi di bursa.

"Kami memperkirakan rata-rata transaksi harian bursa turun hari ini karena pelaku pasar tidak dapat mencapai kantor mereka. Ini dapat menjadi masalah bagi pasar karena saat volume turun, harga saham dapat berayun sangat tinggi," ujar Kepala Riset Bahana Harry Su dalam riset tersebut. kamis (17/1)

Dia menyebutkan sejumlah saham diuntungkan dalam kondisi ini termasuk emiten rumah sakit, farmasi, bahan pangan dan suku cadang.

Saham Lippo Karawaci (LPKR) dinilai mendapat untung karena memiliki apartemen dan rumah sakit yang menampung orang sakit terdampak banjir. Selain itu, saham perusahaan rumah sakit adalah SAME dan SRAJ.

Saham lain yang diperkirakan mendapat untung termasuk emiten farmasi KLBF, TPSC dan produsen mi instan ICBP serta produsen rokok GGRM. Sementara itu, kebun yang banjir juga menurunkan pasok sawit sehingga diperkirakan harga CPO naik dan saham sektor ini ikut terkerek.

Selain itu, setelah banjir banyak mobil dan kendaraan rusak sehingga perlu berganti suku cadang. Saham yang diuntungkan adalah AUTO, dan ACES.

Di sisi lain, perusahaan semen, konstruksi, ritel dan batu bara mengalami gangguan operasi karena hujan deras. Oleh sebab itu, saham yang terdampak termasuk ROTI karena 69% distribusi berada di Jakarta yang terganggu banjir. (if)

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top