Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDEKS BEI: IHSG naik 0,23% ke level 4.410,96, Rupiah menguat ke Rp9.668

- Bisnis.com 16 Januari 2013  |  16:53 WIB
JAKARTA--Indeks harga saham gabungan (IHSG) akhirnya ditutup menguat 10,14 poin atau 0,23% ke level 4.410,96 setelah sempat terkoreksi pada sesi I perdagangan hari ini, Rabu (16/1).
 
Menguatnya indeks utama nasional itu terdorong sentimen penguatan nilai tukar rupiah. IHSG sepanjang hari ini ditransaksikan pada kisaran 4.387,66-4.410,97.
 
Nilai tukar rupiah hari ini ditutup menguat terhadap dollar AS sebesar Rp200 atau 2,03%% ke level Rp9.668 per dollar AS. Sepanjang hari ini, rupiah ditransaksikan pada kisaran Rp9.665-Rp9.884 per dollar AS.
 
Pergerakan IHSG hari ini bertolak belakang dengan pergerakan mayoritas bursa Asia yang ditutup di zona merah. 
 
Dari 462 emiten, sebanyak, 114 saham menguat, 124 melemah, dan 224 saham stagnan. 
 
Sebanyak 7 sektor pembentuk IHSG bergerak positif yang dipimpin oleh sektor keuangan dan barang konsumsi. Tiga sektor yang bergerak diteritori negatif adalah industri dasar, agrikultur, dan pertambangan. 
 
Berikut data pasar selengkapnya:
 
Saham pengerek:
* PT Unilever Indonesia Tbk  +1,65% ke Rp21.600
* PT Bank Mandiri Tbk +1,18% ke Rp8.600
* PT Astra International Tbk  +0,66% ke Rp7.650
 
Saham pembeban:
* PT Golden Energy Mines Tbk -11,58% ke Rp2.100
* PT Semen Indonesia Tbk -1,59% ke Rp15.450
* PT Astra Agro Lestari Tbk  -3,01% ke Rp19.350
 
Penutupan bursa regional:
* Hang Seng -0,10% ke 23.356,99
* KOSPI Korea Selatan -0,32% ke 1.977,45
* ASX 200 Australia +0,46% ke 4.738,44
* Nikke 225 -2,56% ke 10.600,44
 
(Faa)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Fahmi Achmad

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top