Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ASIA PASIFIC FIBERS: Ada permintaan Jumlah utang berjamin ditambah

JAKARTA – PT Asia Pacific Fibers Tbk mengusulkan penambahan jumlah utang berjamin yang bisa dipertahankan sekitar 68% dari yang awalnya US$107 juta menjadi US$180 juta.  Usulan tersebut disampaikan dalam revisi proposal restrukturisasi kepada
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 13 Desember 2012  |  20:41 WIB

JAKARTA – PT Asia Pacific Fibers Tbk mengusulkan penambahan jumlah utang berjamin yang bisa dipertahankan sekitar 68% dari yang awalnya US$107 juta menjadi US$180 juta.  Usulan tersebut disampaikan dalam revisi proposal restrukturisasi kepada kreditur dan  PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

Dengan demikian, dari total tagihan utang berjamin (secured debt) yang dimiliki emiten dengan kode POLY tersebut senilai US$1 miliar, hanya sekitar US$820 juta yang dapat dikonversi dari utang menjadi saham.

Sekretaris Perusahaan PT Asia Pacific Fibers H Tunaryo mengatakan peningkatan nilai jumlah utang yang dipertahankan dilakukan sebab sebelumnya PPA menilai angka US$107 juta terlalu kecil sehingga perlu adanya peningkatan nilai utang yang dipertahankan.

Menurutnya, proposal restrukturisasi tersebut telah disampaikan oleh perseroan kepada para kreditur termasuk PPA. "Dalam proposal utang yang dipertahankan akan ditingkatkan agar bisa disepakati sehingga restrukturisasi ini bisa segera terselesaikan,” ucapnya dalam paparan publik, Kamis (13/12/2012).

Selain terkait hal tersebut, perseroan juga mengusulkan penerbitan obligasi wajib tukar atau mandatory convertible bond (MCB) dengan nilai sekitar US$45 juta kepada kreditur utang terjamin dengan tenor sembilan tahun.

Presiden Direktur PT Asia Pasific Fibers V.Ravi Shankar berharap proses restrukturisasi utang ini dapat segera diselesaikan sehingga beban bunga modal kerja dan utang akan berkurang sehingga net profit perseroan pun bisa membaik.

“Mudah-mudahan dengan adanya revisi proposal dan peninjauan melalui konsultan, proses restrukturisasi utang berjamin yang tertunda ini dapat segera terselesaikan sehingga menjadikan laporan keuangan kembali sehat,” tuturnya. (msb)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Dewi Andriani

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top